SDM Unggul Indonesia Maju

HOME News Edukasi

Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos

Selasa, 18 Februari 2020 187

Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos

Foto : Sekjen Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti

InfoMiliter.com, Semarang. Seratusan lebih aparatur sipil negara (ASN) kedapatan memposting konten bernada provokasi melalui media sosial.

Hal tersebut diketahui berdasarkan pengaduan masyarakat yang dilaporkan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui aplikasi Aduan ASN sejak Januari 2020 lalu.

Sebagaimana dilansir Kumparan, Sekjen Kominfo Rosarita Niken Widiastuti mengungkapkan, sebagian besar ASN yang dilaporkan karena menyebarkan konten yang menghina simbol negara, melakukan ujaran kebencian dan informasi bohong (hoaks).

"Baru Januari kemarin sampai sekarang sudah ada seratusan lebih ASN yang dilaporkan kepada kami. Mayoritas kasusnya itu ya soal dia memprovokasi, melecehkan simbol negara sampai hoaks," kata Niken, Senin (17/2/2020).

Bahkan, lanjut Niken, ada ASN yang terang-terangan anti-Pancasila.

Padahal, ASN harus bisa menjaga Pancasila, karena mendapatkan gaji dan tunjangan kinerja dari negara.

"Jadi ASN tidak boleh mempunyai pandangan bertentangan dengan Pancasila dan tidak boleh menghujat, menghina dan memprovokasi," ujarnya.

Niken mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan sebelas kementerian untuk menindaklanjuti aduan yang dilaporkan oleh masyarakat.

Antara lain, Kemenpan RB, Kemenpolhukam, Kemendagri, Kemenag, Kominfo, Kemendikbud, Kemenkumham, BIN, BNPT, BPIP, dan BKN.

Sementara itu, bagi para ASN yang terbukti melanggar aturan bakal dikenakan sanksi berupa peringatan dari masing-masing dinas hingga sanksi terberat akan diberhentikan dengan tidak hormat.

"Kalau terbukti kita tegas melakukan sanksi terberat pemberhentian dengan tidak hormat," ujarnya.

Niken menyampaikan pemantauan postingan para peserta yang mengikuti tes seleksi CPNS juga sedang dilakukan.

Pasalnya, postingan di media sosial akan mempengaruhi hasil akhir dari tes peserta CPNS.

"Kalau di tes terakhir kita cek ada unggahan yang tidak sesuai dengan kaidah yang kita tentukan, pasti langsung dicoret. Makanya, penentuannya sekarang ada di pemantauan media sosial apakah dia layak jadi ASN atau tidak," tandasnya.

Dari data Kominfo, pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 171 juta orang.

Maka dari itu, pihaknya berharap pengguna internet agar dapat mengakses internet yang bermanfaatkan untuk hal positif.

"Seperti menyampaikan informasi yang optimis, informasi yang bisa mempererat persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.



Belia Savira

Sumber Berita : Gojateng.com
Editor : Belia Savira

Test Upload Iklan by Company 728x90-2

Berita Terkait


Industry Leading Waranty

SDM Unggul Indonesia Maju