SDM Unggul Indonesia Maju

HOME News Teknologi

Waspadai Curah Hujan Tinggi Selama Sepekan di Jawa Tengah Selatan dan Barat

Rabu, 19 Februari 2020 48

Waspadai Curah Hujan Tinggi Selama Sepekan di Jawa Tengah Selatan dan Barat

Foto : Ilustrasi Pohon Tumbang

InfoMiliter.com, Cilacap. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Jawa Tengah bagian barat dan selatan untuk mewaspadai peningkatan intensitas hujan yang berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan.

Analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Rendi Krisnawan mengatakan, wilayah Jateng bagian barat dan selatan sedang berada pada puncak musim hujan yang diprakirakan akan berlangsung hingga Maret 2020.

Selain itu, di atas Jawa pada umumnya ada daerah belokan angin sehingga pumpunan massa udara lebih banyak di wilayah tersebut.

Dengan demikian pertumbuhan awan hujan lebih intensif di daerah belokan angin, sehingga berdampak pada peningkatan intensitas hujan khususnya di wilayah Jateng bagian barat dan selatan.

"Kondisi cuaca tersebut diprakirakan masih akan berlangsung hingga satu pekan ke depan, sehingga di wilayah Cilacap, Banyumas, Kebumen, dan sekitarnya berpotensi terjadi hujan lebat," ujar Rendi, di Cilacap, Selasa (18/2/2020).

Hujan lebat di wilayah Cilacap bagian utara dan tengah serta Banyumas berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari.

Sedangkan di wilayah pesisir selatan Cilacap pada malam hingga pagi hari.

BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana.

"Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya angin kencang dan angin puting beliung, terutama ketika cuaca pada pagi hingga menjelang siang terlihat cerah dan terasa panas terik. Namun, siang harinya muncul awan Cumulonimbus (CB) karena berpotensi memicu terjadinya hujan lebat disertai angin kencang," katanya.



Raden Bahari

Sumber Berita : Kompas.com
Editor : Raden Bahari

Test Upload Iklan by Company 728x90-2

Berita Terkait


Industry Leading Waranty

SDM Unggul Indonesia Maju