Pasang Iklan
Pasang Iklan
Home
»
Historia
»
Detail Berita


Hari Peringatan Semua Korban Perang Kimia 30 November

Foto: Efek tes ledakan berbentuk jamur dari 11 megaton termonuklir milik Amerika Serikat pada tahun 1954. (Doc. National Nuclear Security Administration / Nevada Field Office)
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Jakarta, Infomiliter.com — Hari Peringatan untuk Semua Korban Perang Kimia atau Day of Remembrance for all Victims Chemical Warfare diperingati setiap tanggal 30 November sepanjang tahun.

Terdapat latar belakang sejarah dan alasan mengapa tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari peringatannya.

Mengutip catatan Adirini Pujayanti dalam “Senjata Kimia dan Konflik Suriah” (Majalah Info Hubungan Internasional, 2016:6-7), terungkap bahwa senjata kimia itu sangat berbahaya.

Biaya pembuatannya yang lebih murah ternyata membuat senjata ini diminati negara-negara yang kurang ekonominya.

Berkat biayanya yang rendah, maka produksi bisa terjadi di mana-mana. Namun, tentu saja hal tersebut menjadi masalah besar bagi kehidupan internasional. Efeknya, senjata kimia yang diproduksi secara masif bisa membunuh manusia dengan jumlah besar dan cepat.

Selain itu, penyelamatan korban senjata kimia juga lebih sulit karena memerlukan penanganan khusus. Untuk mendeteksi korban senjata kimia dibutuhkan alat serta pakaian pelindung khusus. Lantas, seperti apakah sejarah penggunaan senjata kimia yang pada akhirnya melahirkan Hari Peringatan untuk Semua Korban Perang Kimia?

Sejarah Hari Peringatan untuk Semua Korban Perang Kimia

Dilansir dari situs United Nations, terdapat usaha pelucutan senjata kimia yang dilakukan oleh Konvensi Senjata Kimia (KSK). Di dunia internasional organisasi ini lebih dikenal dengan sebutan Chemical Weapons Conventions (CWC).

Satu abad yang lalu, tepatnya ketika Perang Dunia I berlangsung, senjata kimia banyak dipergunakan untuk saling mengalahkan musuh. Penggunaannya diklaim berskala besar hingga dapat menyebabkan kematian lebih dari 100.000 orang. Sedangkan total korban secara keseluruhan adalah 1.000.000 orang.

Memasuki masa Perang Dunia II, ternyata negara-negara Eropa mulai meninggalkan senjata kimia. Akan tetapi, perdebatan muncul di sana-sini terkait penggunaan senjata nuklir yang sangat berbahaya. Dari sini, muncul pemikiran untuk menetapkan pelarangan terkait penggunaan senjata kimia dalam bentuk apapun.

CWC secara resmi dibentuk pada 29 April 1997 dan diakui oleh dunia. Organisasi tersebut menyatakan bahwa mereka melakukan pelarangan penggunaan senjata kimia apapun demi keselamatan umat manusia.

Terdapat banyak negara yang ikut andil hingga membentuk organisasi terkait pelarangan penggunaan senjata kimia. Organisasi tersebut bernama Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW).

Tepat pada konferensi ke-20, mereka pada akhirnya menetapkan Hari Peringatan untuk Semua Korban Perang Kimia pada 30 November setiap tahunnya.

Alasan Di Balik Hari Peringatan untuk Semua Korban Perang Kimia

Alasan utama ditetapkannya Hari Peringatan untuk Semua Korban Perang Kimia adalah untuk memberi kesempatan serta penghormatan kepada semua korban perang kimia.

Selain itu, peringatan tersebut juga dimaksudkan untuk memberi penegasan terhadap komitmen OPCW yang melarang penggunaan senjata kimia di kemudian hari.

Dengan begitu, umat manusia yang berpotensi terluka atau mati akibat senjata kimia bisa terselamatkan. Lalu, perdamaian, keamanan, serta multilateralisme juga dapat tercipta.

Disclaimer :
Konten ini adalah berita Advertorial. Seluruh isi content dan/atau material yang ada di dalamnya sepenuhnya merupakan tanggungjawab pihak pemasang iklan.

Halaman :

Kata Kunci : Senjata Kimia

Tag Berita :

Sorotan


Mengintip Masa Depan Teknologi Militer Amerika Serikat

Teknomiliter

Mundurnya Militer Uni Soviet dari Afganistan Usai 8 Tahun Berperang

Historia

Komponen Penting Dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

Sishankamrata

Terkuat di Asia Tenggara, Ini Deretan Alutsista Tentara Nasional Indonesia

Nasional

Sejarah Berdirinya Komando Cadangan Srategis Angkatan Darat (Kostrad)

Historia

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Dari Jawatan Penerbangan Hingga Lahirnya TNI AU pada 9 April 1946

Historia

Dari Operasi Alpha Hingga Berakhir di Museum Satria Mandala

Historia

Kawasan Asia Timur Kian Memanas, Jepang Keluarkan Peringatan Perang

Internasional

Peringatan Perang Dunia II, Volodymyr Zelensky Ingatkan Kejahatan Telah Kembali

Historia

Alasan Amerika Serikat Menyerang Irak pada 2003

Historia

Pasang Iklan

Baca Juga

Perang Korea: Penyebab, Jalannya Pertempuran, Penyelesaian, dan Dampak

Historia

BKR Laut, Kisah Garda Bahari di Awal Revolusi Kemerdekaan

Historia

Menhan Prabowo Bertemu Empat Mata dengan Menhan Australia

Liputan

Spesifikasi dan Asal-usul Nama 2 Kapal Perang yang Diserahkan Prabowo ke TNI AL

Liputan

Alutsista Indonesia Kian Kuat, Usai Menhan Prabowo Borong Jet Prancis

Liputan

Pasang Iklan

Berita Lainnya

Menhan Prabowo Pesan 2 Pesawat Airbus A400M, Ini Sederet Kecanggihannya

Liputan

Latihan Militer Gabungan Indonesia AS, Upaya Menjaga Stabilitas Politik Kawasan

Nasional

Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak Terima Brevet Astros Kehormatan

Nasional

Sertijab Aslat dan Dansecapaad, Jenderal Dudung Minta Pemimpin Kembangkan Kreativitas

Nasional

Panglima TNI Sebut Indonesia-AS akan Latihan Gabungan Tiga Matra

Nasional

Pasang Iklan
Internasional
Lihat Semua
Nasional
Lihat Semua