Kedua negara sekutu lama itu melakukan patroli bersama dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina di Laut Cina Selatan yang disebut oleh rakyat Filipina sebagai Laut Filipina Barat.
Latihan itu mencakup pertukaran lintas dek dan latihan bersama untuk memastikan komunikasi dan kerja sama pada saat perang atau bantuan kemanusiaan (passing exercise), serta pertukaran kesadaran ranah maritim dan masalah keamanan lainnya.
Dalam latihan gabungan tersebut, Filipina mengirimkan kapal patroli BRP Gregorio del Pilar dan BRP Ramon Alcaraz, serta kapal dermaga anjungan pendaratan (landing platform dock – LPD) BRP Davao del Sur.
Sementara AS mengerahkan kapal induk andalan Kelompok Kapal Induk Pemukul 1 USS Carl Vinson dan wing udaranya, kapal penjelajah rudal USS Princeton, serta kapal perusak rudal USS Sterett dan USS Kidd.
“Kegiatan kerja sama maritim itu menandai lompatan signifikan dalam aliansi dan interoperabilitas kami dengan Amerika Serikat,” ungkap Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Romeo Brawner Jr.
“Kegiatan ini juga menunjukkan kemajuan kami dalam pengembangan dan kemampuan pertahanan sebagai angkatan bersenjata kelas dunia.”
Patroli bilateral itu dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan antara kapal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Filipina pada tahun 2023.
RRT mengklaim sebagian besar wilayah di Laut Cina Selatan meskipun adanya keputusan mahkamah internasional pada tahun 2016 yang membatalkan batas demarkasi sewenang-wenang yang ditetapkan Beijing.
Beberapa konfrontasi kerap terjadi selama misi pasokan ulang perbekalan Filipina ke Second Thomas Shoal dalam ZEE negara itu.
Di sana, Marinir Filipina ditempatkan di atas kapal angkatan laut yang sengaja dikandaskan, BRP Sierra Madre, yang berfungsi sebagai pos terdepan militer.
Mengutip Reuters, kapal pasukan penjaga pantai Tiongkok secara sengaja telah menabrak dan menembakkan meriam air ke arah kapal pasokan ulang perbekalan Filipina.
Tidak hanya itu, Kapal pasukan penjaga pantai Tiongkok juga mengarahkan laser kelas militer ke kapal Pasukan Penjaga Pantai Filipina yang sedang bergerak menuju BRP Sierra Madre pada Februari 2023. Akibat insiden tersebut, beberapa awak kapal Filipina dikabarkan mengalami kebutaan sementara.
Sebulan kemudian, sebuah kapal angkatan laut Tiongkok dan 42 kapal yang diduga merupakan kapal milisi maritim Tiongkok terlihat di dekat Pulau Thitu, pos terdepan Filipina lainnya di Laut Cina Selatan.
Berbagai negara termasuk AS mendukung klaim maritim Filipina dan mengutuk tindakan Beijing.
Berdasarkan perluasan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang Ditingkatkan, pada tahun 2023 Filipina memberikan akses kepada AS ke empat lokasi militer tambahan, tiga di antaranya menghadap Taiwan, pulau dengan pemerintahan mandiri yang diklaim RRT sebagai miliknya dan mengancam akan mencaploknya dengan menggunakan pasukan militer.
Filipina dan AS juga menggelar latihan militer Balikatan terbesar mereka pada April 2023, yang diikuti oleh lebih dari 17.000 personel dan, untuk pertama kalinya, melaksanakan latihan penembakan dengan amunisi aktif di laut.
Brunei, Indonesia, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki klaim tumpang tindih di Laut Cina Selatan dengan RRT. Rute pengapalan utama itu memiliki sumber daya perikanan dan minyak serta gas alam dengan volume yang signifikan.
Indonesia dan Filipina sepakat pada Januari 2024 untuk memperkuat kerja sama dalam masalah keamanan maritim, demikian yang dilaporkan surat kabar Nikkei Asia.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dan Presiden Indonesia Joko Widodo bertemu di Manila setelah Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan Jakarta siap bekerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk menyelesaikan pedoman perilaku yang telah lama tertunda untuk Laut Cina Selatan yang dimaksudkan untuk menyelesaikan sengketa wilayah.
Sekutu dan Mitra secara rutin melakukan latihan angkatan laut di Laut Cina Selatan dan tempat lain untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan gabungan.
Melalui kolaborasi dengan pasukan sekutu seperti Angkatan Laut Australia, Angkatan Laut Kanada, dan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang.
Beberapa unit kapal induk pemukul 1 Angkatan Laut AS turut berpartisipasi dalam Acara Multidek Besar dan Latihan Tahunan 2023 pada bulan November tahun lalu.
Sebagaimana diketahui, Kapal Induk Pemukul 1 Angkatan Laut AS dikenal mampu menjalankan misi mulai dari pertempuran hingga bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana.
Disclaimer :
Konten ini adalah berita Advertorial. Seluruh isi content dan/atau material yang ada di dalamnya sepenuhnya merupakan tanggungjawab pihak pemasang iklan.
Kata Kunci : Patroli Bersama di Laut Cina Selatan, Amerika Serikat Perkuat Angkatan Laut Filipina
Menhan Prabowo Ingin Indonesia-Korsel Lebih Banyak Kerja Sama Industri Pertahanan
24 Nov 2022, 21:07 WIB
RepubliKorp Tandatangani Kerjasama Industri Pertahanan dengan Produsen Senjata Republik Ceko
03 Nov 2022, 22:02 WIB
Jaga Bersama Demi Negara, Republikorp Hadirkan Inovasi Dalam Pameran Indo Defence 2022
02 Nov 2022, 15:55 WIB
Teknomiliter
16 Mei 2022, 19:51 WIB
Historia
15 Mei 2022, 19:38 WIB
Sishankamrata
10 Apr 2022, 19:29 WIB
Nasional
23 Nov 2021, 19:09 WIB
Historia
06 Mar 2022, 9:00 WIB
Historia
09 Apr 2020, 8:39 WIB
Historia
16 Mei 2020, 8:02 WIB
Internasional
13 Mei 2022, 7:48 WIB
Historia
09 Mei 2022, 7:40 WIB
Historia
17 Jan 2021, 2:40 WIB
Historia
16 Mei 2022, 2:22 WIB
Historia
15 Sep 2019, 1:53 WIB
Liputan
09 Sep 2021, 0:51 WIB
Liputan
27 Okt 2021, 0:41 WIB
Liputan
11 Feb 2022, 0:27 WIB
Liputan
20 Apr 2022, 0:17 WIB
Nasional
05 Agu 2021, 21:35 WIB
Nasional
13 Mei 2022, 21:29 WIB
Nasional
13 Mei 2022, 21:24 WIB
Nasional
22 Mar 2022, 21:17 WIB
Dukung kami menyajikan berita akurat, terpercaya dan independen. Berkontribusi sekarang melalui link Google berikut ini.