Pasang Iklan
Pasang Iklan
Home
»
Teknomiliter
»
Detail Berita


Jet Tempur KF-21 Boramae, Kerjasama Strategis Indonesia dan Korea Selatan

Foto: Jet Tempur KF-21 Boramae, Kerjasama Strategis Indonesia dan Korea Selatan.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Jakarta, Infomiliter.com — KF-21 Boramae, jet tempur hasil kerja sama Korea Selatan dan Indonesia, resmi memasuki layanan operasional Angkatan Udara Korea Selatan pada 2026, menandai dimulainya fase produksi penuh sekaligus membuka jalan bagi penawaran pesawat tempur generasi 4,5 ini ke pasar internasional.

Jet tempur KF-21 Boramae menjadi simbol kebangkitan industri dirgantara Asia Timur dan Asia Tenggara dalam upaya mengejar kemandirian pertahanan. Pesawat tempur generasi 4,5 ini dikembangkan Korea Selatan melalui Korea Aerospace Industries (KAI) bersama Indonesia sebagai mitra strategis utama. Proyek ini tidak hanya mencerminkan kebutuhan modernisasi alutsista, tetapi juga ambisi politik, teknologi, dan industri kedua negara.

Program yang awalnya dikenal sebagai KFX/IFX tersebut secara resmi dimulai pada 2014 setelah pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menandatangani kesepakatan kerja sama pengembangan jet tempur. Korea Selatan bertindak sebagai pemimpin program dengan porsi pembiayaan terbesar, sementara Indonesia berkomitmen memberikan kontribusi sekitar 20 persen dari total biaya pengembangan awal.

Nama Boramae, yang berarti elang muda dalam bahasa Korea, dipilih untuk menggambarkan filosofi jet tempur ini sebagai platform transisi menuju kemampuan tempur yang lebih maju. KF-21 diposisikan untuk mengisi celah antara jet tempur generasi keempat seperti F-16 dan jet generasi kelima seperti F-35.

Secara desain, KF-21 mengadopsi konsep low observable atau siluman terbatas, dengan penampang radar yang lebih kecil dibandingkan jet generasi keempat konvensional. Walaupun belum sepenuhnya masuk kategori stealth murni, pesawat ini dirancang untuk meningkatkan daya bertahan hidup dalam pertempuran udara modern yang sarat sensor dan sistem pertahanan udara berlapis.

Korea Selatan menargetkan KF-21 sebagai tulang punggung baru Angkatan Udara mereka untuk menggantikan armada F-4 Phantom dan F-5 Tiger yang telah menua. Di sisi lain, Indonesia melihat proyek ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat kemampuan tempur TNI Angkatan Udara sekaligus meningkatkan kapasitas industri pertahanan nasional.

Keterlibatan Indonesia dan Dinamika Kerja Sama Strategis

Keterlibatan Indonesia dalam pengembangan KF-21 dilakukan melalui PT Dirgantara Indonesia (PTDI), yang terlibat dalam produksi struktur pesawat, desain komponen, serta partisipasi teknis dalam proses pengujian. Beberapa bagian yang dikerjakan Indonesia mencakup struktur sayap, fuselage belakang, dan komponen pendukung lainnya.

Sebagai imbal balik dari kontribusi tersebut, Indonesia memperoleh skema alih teknologi yang mencakup desain, manufaktur, perawatan, dan pengembangan sistem pesawat tempur. Transfer teknologi ini dinilai penting untuk membangun fondasi industri dirgantara nasional yang lebih mandiri dan berdaya saing.

Namun perjalanan kerja sama ini tidak selalu berjalan mulus. Kendala utama datang dari sisi pembiayaan, di mana Indonesia beberapa kali mengalami kesulitan memenuhi jadwal pembayaran sesuai kesepakatan awal. Hal ini mendorong negosiasi ulang antara kedua pemerintah untuk menyesuaikan besaran kontribusi Indonesia.

Media Korea Selatan, termasuk Yonhap, melaporkan bahwa pemerintah Indonesia mengajukan skema pembayaran baru dengan nilai kontribusi yang lebih rendah namun tetap mempertahankan hak atas alih teknologi dan pembelian pesawat. Kesepakatan penyesuaian ini akhirnya diterima Korea Selatan demi menjaga keberlanjutan proyek.

Pada ajang Indo Defence, Indonesia dan Korea Selatan menegaskan kembali komitmen kerja sama dengan rencana pengadaan 48 unit KF-21 untuk Indonesia. Kesepakatan ini mempertegas bahwa Indonesia tetap menjadi mitra strategis, bukan sekadar pembeli akhir.

Di tengah dinamika tersebut, kerja sama KF-21 tetap dipandang sebagai salah satu proyek pertahanan bilateral paling kompleks dan bernilai strategis bagi Indonesia. Proyek ini memperlihatkan bagaimana kepentingan industri, militer, dan diplomasi saling bertaut dalam satu program besar.

Spesifikasi Teknis dan Prospek Operasional KF-21 Boramae

Dari sisi teknis, KF-21 Boramae memiliki panjang sekitar 16,9 meter dengan bentang sayap kurang lebih 11,2 meter. Bobot kosongnya berada di kisaran 11,8 ton, sementara bobot maksimum saat lepas landas mencapai sekitar 25,4 ton, menempatkannya di kelas jet tempur menengah modern.

Pesawat ini ditenagai dua mesin General Electric F414-GE-400K yang masing-masing menghasilkan daya dorong sekitar 22.000 pound. Konfigurasi mesin ganda ini memberikan keunggulan dalam hal daya dorong, keselamatan, dan fleksibilitas misi, termasuk kemampuan operasi di jarak jauh.

KF-21 dirancang memiliki kecepatan maksimum sekitar Mach 1,8 dan radius tempur lebih dari 1.000 kilometer, tergantung konfigurasi senjata dan bahan bakar. Pesawat ini juga dilengkapi dengan sistem pengisian bahan bakar di udara untuk memperpanjang jangkauan operasional.

Dalam hal avionik, KF-21 menggunakan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) buatan Hanwha Systems, sistem pencarian dan pelacakan inframerah, serta sensor fusion yang memungkinkan pilot memperoleh gambaran medan tempur secara real time. Kokpit digital dengan layar lebar dirancang untuk mengurangi beban kerja pilot.

Untuk persenjataan, KF-21 mampu membawa berbagai rudal udara ke udara jarak dekat dan jarak jauh, termasuk AIM-9 dan Meteor, serta persenjataan udara ke darat. Meriam internal M61A2 Vulcan kaliber 20 mm dipasang sebagai senjata standar untuk pertempuran jarak dekat.

Ke depan, KF-21 diproyeksikan tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik Korea Selatan dan Indonesia, tetapi juga ditawarkan ke pasar ekspor sebagai alternatif jet tempur generasi 4,5 dengan harga lebih kompetitif. Sejumlah negara di Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin disebut sebagai pasar potensial.

Bagi Indonesia, keberhasilan mengoperasikan KF-21 nantinya akan bergantung pada konsistensi kebijakan pertahanan, kesinambungan anggaran, serta kemampuan memanfaatkan alih teknologi secara maksimal. Jika dikelola dengan baik, program ini dapat menjadi batu loncatan penting menuju kemandirian industri pertahanan udara nasional. (*)

Halaman :

Kata Kunci : Spesifikasi KF-21 Boramae, Jet Tempur produksi bersama Indonesia dan Korea Selatan

Sorotan


Mengintip Masa Depan Teknologi Militer Amerika Serikat

Teknomiliter

Mundurnya Militer Uni Soviet dari Afganistan Usai 8 Tahun Berperang

Historia

Komponen Penting Dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

Sishankamrata

Terkuat di Asia Tenggara, Ini Deretan Alutsista Tentara Nasional Indonesia

Nasional

Sejarah Berdirinya Komando Cadangan Srategis Angkatan Darat (Kostrad)

Historia

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Dari Jawatan Penerbangan Hingga Lahirnya TNI AU pada 9 April 1946

Historia

Dari Operasi Alpha Hingga Berakhir di Museum Satria Mandala

Historia

Kawasan Asia Timur Kian Memanas, Jepang Keluarkan Peringatan Perang

Internasional

Peringatan Perang Dunia II, Volodymyr Zelensky Ingatkan Kejahatan Telah Kembali

Historia

Alasan Amerika Serikat Menyerang Irak pada 2003

Historia

Pasang Iklan

Baca Juga

Perang Korea: Penyebab, Jalannya Pertempuran, Penyelesaian, dan Dampak

Historia

BKR Laut, Kisah Garda Bahari di Awal Revolusi Kemerdekaan

Historia

Menhan Prabowo Bertemu Empat Mata dengan Menhan Australia

Liputan

Spesifikasi dan Asal-usul Nama 2 Kapal Perang yang Diserahkan Prabowo ke TNI AL

Liputan

Alutsista Indonesia Kian Kuat, Usai Menhan Prabowo Borong Jet Prancis

Liputan

Pasang Iklan

Berita Lainnya

Menhan Prabowo Pesan 2 Pesawat Airbus A400M, Ini Sederet Kecanggihannya

Liputan

Latihan Militer Gabungan Indonesia AS, Upaya Menjaga Stabilitas Politik Kawasan

Nasional

Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak Terima Brevet Astros Kehormatan

Nasional

Sertijab Aslat dan Dansecapaad, Jenderal Dudung Minta Pemimpin Kembangkan Kreativitas

Nasional

Panglima TNI Sebut Indonesia-AS akan Latihan Gabungan Tiga Matra

Nasional

Pasang Iklan
Internasional
Lihat Semua
Nasional
Lihat Semua