Amerika Serikat pun merespons dengan strategi kebijakan industri yang sama agresifnya. Pada 9 Agustus 2022, Kongres mengesahkan CHIPS and Science Act dengan dana senilai 52 miliar dolar untuk menghidupkan kembali industri semikonduktor domestik. Undang-undang ini tidak hanya berfungsi sebagai stimulus ekonomi, melainkan juga sebagai instrumen keamanan nasional. Amerika ingin mengurangi ketergantungan pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), yang memproduksi lebih dari 90 persen chip canggih dunia.
Hasilnya mulai terlihat pada 2024 ketika pabrik TSMC di Arizona mulai beroperasi dengan teknologi 5 nanometer dan terus meningkat ke 4 nanometer pada 2025, mampu memasok kebutuhan server Dell dan HP di pasar AS dengan waktu pengiriman yang jauh lebih efisien. Sementara Samsung berencana membangun fasilitas di Texas untuk memproduksi chip 2 nanometer pada 2026, dan Intel menargetkan teknologi 1,8 nanometer di Ohio pada 2027. Dengan demikian, Amerika mulai memperoleh kembali keunggulan generasi teknologi atas Tiongkok yang masih kesulitan mencapai litografi 28 nanometer karena embargo mesin EUV dari Belanda sejak 2019.
Pada sisi lain, Tiongkok mulai mempercepat program kemandirian teknologinya dengan mengucurkan dana untuk riset semikonduktor dan pengembangan sistem operasi HarmonyOS. Namun upaya tersebut tidak mudah. Huawei kehilangan akses ke pasar AS yang sebelumnya menyumbang hampir setengah dari pendapatannya. Meskipun sistem operasi lokalnya kini digunakan di lebih dari satu miliar perangkat, kompatibilitasnya masih kalah dibandingkan Android.
Kebijakan de-risking yang diluncurkan pemerintahan Joe Biden pada 2021 mempertegas kemana arah baru strategi AS. Pengenaan tarif 100 persen terhadap kendaraan listrik Tiongkok pada 2024 bukanlah kebijakan spontan, melainkan kelanjutan dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap produk manufaktur Tiongkok. Dampaknya terasa di pelabuhan Long Beach, di mana volume kontainer dari Shanghai anjlok 28 persen hanya dalam satu kuartal. Perusahaan otomotif Tiongkok, seperti BYD, terpaksa mengurangi produksi dan mencari pasar alternatif di Eropa.
Hingga akhir tahun 2025, volume perdagangan bilateral antara AS dengan Tiongkok diproyeksikan mengalami penurunan menjadi sekitar 542 miliar dolar, terendah dalam satu dekade. Angka ini tidak hanya memperlihatkan dampak perang tarif, tetapi juga perubahan paradigma di kalangan perusahaan multinasional. Tiongkok kini dipandang bukan lagi sebagai pusat manufaktur biaya rendah, melainkan sebagai risiko geopolitik yang tinggi. Survei AmCham pada 2025 menunjukkan lebih dari 60 persen perusahaan Amerika di Tiongkok berencana merelokasi sebagian operasi mereka dalam dua tahun ke depan.
Sementara itu, Tiongkok juga mulai menggunakan dominasinya atas mineral tanah jarang (rare earth elements) sebagai alat penekan ekonomi. Negara ini menguasai hampir seluruh pasokan dunia pada 2010, dan sejak 2023 membatasi ekspor bahan penting seperti gallium dan germanium. Kebijakan itu langsung memukul industri pertahanan AS karena setiap jet tempur F-35 memerlukan lebih dari 400 kilogram rare earth untuk sistem magnet dan komponen sensor, menyebabkan produksi sempat tertunda hingga setahun akibat kelangkaan pasokan tersebut.
Kata Kunci : Penyebab dan akar masalah rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Kawasan Indo-Pasifik
Menhan Prabowo Ingin Indonesia-Korsel Lebih Banyak Kerja Sama Industri Pertahanan
24 Nov 2022, 21:07 WIB
RepubliKorp Tandatangani Kerjasama Industri Pertahanan dengan Produsen Senjata Republik Ceko
03 Nov 2022, 22:02 WIB
Jaga Bersama Demi Negara, Republikorp Hadirkan Inovasi Dalam Pameran Indo Defence 2022
02 Nov 2022, 15:55 WIB
Teknomiliter
16 Mei 2022, 19:51 WIB
Historia
15 Mei 2022, 19:38 WIB
Sishankamrata
10 Apr 2022, 19:29 WIB
Nasional
23 Nov 2021, 19:09 WIB
Historia
06 Mar 2022, 9:00 WIB
Historia
09 Apr 2020, 8:39 WIB
Historia
16 Mei 2020, 8:02 WIB
Internasional
13 Mei 2022, 7:48 WIB
Historia
09 Mei 2022, 7:40 WIB
Historia
17 Jan 2021, 2:40 WIB
Historia
16 Mei 2022, 2:22 WIB
Historia
15 Sep 2019, 1:53 WIB
Liputan
09 Sep 2021, 0:51 WIB
Liputan
27 Okt 2021, 0:41 WIB
Liputan
11 Feb 2022, 0:27 WIB
Liputan
20 Apr 2022, 0:17 WIB
Nasional
05 Agu 2021, 21:35 WIB
Nasional
13 Mei 2022, 21:29 WIB
Nasional
13 Mei 2022, 21:24 WIB
Nasional
22 Mar 2022, 21:17 WIB
Dukung kami menyajikan berita akurat, terpercaya dan independen. Berkontribusi sekarang melalui link Google berikut ini.