Setahun kemudian, latihan bertajuk Talisman Sabre di Australia menampilkan operasi gabungan 32 ribu personel dan 42 kapal perang dengan teknologi drone swarm yang dikomandoi kapal perusak Zumwalt-class. Semua ini menjadi sinyal pertarungan di Indo-Pasifik tidak hanya bergantsung pada jumlah kapal, tetapi juga keunggulan teknologi dan kecepatan inovasi.
Selat Taiwan juga menjadi titik paling berbahaya di kawasan. Sepanjang 2025, Angkatan Udara Tiongkok tercatat melakukan lebih dari 2.800 penerbangan melintasi garis median, memperlihatkan tekad Beijing untuk menormalkan kehadiran militernya di sekitar pulau itu. Pada Oktober 2025, latihan militer Joint Sword 2025B mensimulasikan blokade total selama dua minggu terhadap Taiwan.
Simulasi tersebut menunjukkan dampak global yang menakutkan. Lebih dari 48 juta kontainer dan 5 juta barel minyak per hari terhenti, memicu lonjakan harga ponsel hingga 30 persen di seluruh dunia. Amerika menanggapi dengan meningkatkan patroli laut, mengirim 42 kapal perusak melalui selat itu sepanjang tahun, meski setiap manuver disambut penjagaan ketat dari kapal coast guard Tiongkok dalam jarak hanya beberapa ratus meter, sebuah situasi genting yang membuat kesalahan kecil dapat berujung krisis besar.
Selain konfrontasi terbuka, Beijing juga gencar menggunakan strategi gray zone operations, yakni tindakan non-militer seperti intimidasi dan propaganda. Pada 2025, terdapat lebih dari 600 insiden antara kapal Tiongkok dan Filipina di Laut China Selatan, termasuk penabrakan dan penggunaan laser terhadap pesawat pengintai AS. Semua ini merupakan bagian dari doktrin “three warfares” Tiongkok yaitu perang psikologis, hukum, dan media dengan tujuan menciptakan kondisi de facto tanpa memancing perang terbuka.
Pada tahap inilah Washington memperkuat aliansi strategis dengan menghidupkan kembali kerjasama keamanan regional AUKUS, yang diumumkan pada 2021, memberi Australia akses terhadap delapan kapal selam bertenaga nuklir hingga pertengahan abad ini.
Nilai proyeknya mencapai 368 miliar dolar Australia yang diharapkan mengubah keseimbangan kekuatan di Samudra Hindia. Sementara itu, Quadrilateral Security Dialogue atau Quad antara AS, Jepang, India, dan Australia semakin aktif. Latihan bersama Malabar 2025 yang melibatkan lebih dari 20 kapal dan 120 pesawat tempur menandakan aliansi ini telah bertransformasi dari sekadar forum dialog berubah menjadi kekuatan operasional yang nyata.
Kata Kunci : Penyebab dan akar masalah rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Kawasan Indo-Pasifik
Menhan Prabowo Ingin Indonesia-Korsel Lebih Banyak Kerja Sama Industri Pertahanan
24 Nov 2022, 21:07 WIB
RepubliKorp Tandatangani Kerjasama Industri Pertahanan dengan Produsen Senjata Republik Ceko
03 Nov 2022, 22:02 WIB
Jaga Bersama Demi Negara, Republikorp Hadirkan Inovasi Dalam Pameran Indo Defence 2022
02 Nov 2022, 15:55 WIB
Teknomiliter
16 Mei 2022, 19:51 WIB
Historia
15 Mei 2022, 19:38 WIB
Sishankamrata
10 Apr 2022, 19:29 WIB
Nasional
23 Nov 2021, 19:09 WIB
Historia
06 Mar 2022, 9:00 WIB
Historia
09 Apr 2020, 8:39 WIB
Historia
16 Mei 2020, 8:02 WIB
Internasional
13 Mei 2022, 7:48 WIB
Historia
09 Mei 2022, 7:40 WIB
Historia
17 Jan 2021, 2:40 WIB
Historia
16 Mei 2022, 2:22 WIB
Historia
15 Sep 2019, 1:53 WIB
Liputan
09 Sep 2021, 0:51 WIB
Liputan
27 Okt 2021, 0:41 WIB
Liputan
11 Feb 2022, 0:27 WIB
Liputan
20 Apr 2022, 0:17 WIB
Nasional
05 Agu 2021, 21:35 WIB
Nasional
13 Mei 2022, 21:29 WIB
Nasional
13 Mei 2022, 21:24 WIB
Nasional
22 Mar 2022, 21:17 WIB
Dukung kami menyajikan berita akurat, terpercaya dan independen. Berkontribusi sekarang melalui link Google berikut ini.