Pasang Iklan
Pasang Iklan
Home
»
Ulasan
»
Detail Berita


Akar Masalah Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Kawasan Indo-Pasifik

Foto: Latihan perang gabungan Balikatan 2019 antara militer Filipina dan Amerika Serikat. (www.aprnet.org)
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Setahun kemudian, latihan bertajuk Talisman Sabre di Australia menampilkan operasi gabungan 32 ribu personel dan 42 kapal perang dengan teknologi drone swarm yang dikomandoi kapal perusak Zumwalt-class. Semua ini menjadi sinyal pertarungan di Indo-Pasifik tidak hanya bergantsung pada jumlah kapal, tetapi juga keunggulan teknologi dan kecepatan inovasi.

Selat Taiwan juga menjadi titik paling berbahaya di kawasan. Sepanjang 2025, Angkatan Udara Tiongkok tercatat melakukan lebih dari 2.800 penerbangan melintasi garis median, memperlihatkan tekad Beijing untuk menormalkan kehadiran militernya di sekitar pulau itu. Pada Oktober 2025, latihan militer Joint Sword 2025B mensimulasikan blokade total selama dua minggu terhadap Taiwan.

Simulasi tersebut menunjukkan dampak global yang menakutkan. Lebih dari 48 juta kontainer dan 5 juta barel minyak per hari terhenti, memicu lonjakan harga ponsel hingga 30 persen di seluruh dunia. Amerika menanggapi dengan meningkatkan patroli laut, mengirim 42 kapal perusak melalui selat itu sepanjang tahun, meski setiap manuver disambut penjagaan ketat dari kapal coast guard Tiongkok dalam jarak hanya beberapa ratus meter, sebuah situasi genting yang membuat kesalahan kecil dapat berujung krisis besar.

Selain konfrontasi terbuka, Beijing juga gencar menggunakan strategi gray zone operations, yakni tindakan non-militer seperti intimidasi dan propaganda. Pada 2025, terdapat lebih dari 600 insiden antara kapal Tiongkok dan Filipina di Laut China Selatan, termasuk penabrakan dan penggunaan laser terhadap pesawat pengintai AS. Semua ini merupakan bagian dari doktrin “three warfares” Tiongkok yaitu perang psikologis, hukum, dan media dengan tujuan menciptakan kondisi de facto tanpa memancing perang terbuka.

Pada tahap inilah Washington memperkuat aliansi strategis dengan menghidupkan kembali kerjasama keamanan regional AUKUS, yang diumumkan pada 2021, memberi Australia akses terhadap delapan kapal selam bertenaga nuklir hingga pertengahan abad ini.

Nilai proyeknya mencapai 368 miliar dolar Australia yang diharapkan mengubah keseimbangan kekuatan di Samudra Hindia. Sementara itu, Quadrilateral Security Dialogue atau Quad antara AS, Jepang, India, dan Australia semakin aktif. Latihan bersama Malabar 2025 yang melibatkan lebih dari 20 kapal dan 120 pesawat tempur menandakan aliansi ini telah bertransformasi dari sekadar forum dialog berubah menjadi kekuatan operasional yang nyata.



Halaman :

Kata Kunci : Penyebab dan akar masalah rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Kawasan Indo-Pasifik

Sorotan


Mengintip Masa Depan Teknologi Militer Amerika Serikat

Teknomiliter

Mundurnya Militer Uni Soviet dari Afganistan Usai 8 Tahun Berperang

Historia

Komponen Penting Dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

Sishankamrata

Terkuat di Asia Tenggara, Ini Deretan Alutsista Tentara Nasional Indonesia

Nasional

Sejarah Berdirinya Komando Cadangan Srategis Angkatan Darat (Kostrad)

Historia

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Dari Jawatan Penerbangan Hingga Lahirnya TNI AU pada 9 April 1946

Historia

Dari Operasi Alpha Hingga Berakhir di Museum Satria Mandala

Historia

Kawasan Asia Timur Kian Memanas, Jepang Keluarkan Peringatan Perang

Internasional

Peringatan Perang Dunia II, Volodymyr Zelensky Ingatkan Kejahatan Telah Kembali

Historia

Alasan Amerika Serikat Menyerang Irak pada 2003

Historia

Pasang Iklan

Baca Juga

Perang Korea: Penyebab, Jalannya Pertempuran, Penyelesaian, dan Dampak

Historia

BKR Laut, Kisah Garda Bahari di Awal Revolusi Kemerdekaan

Historia

Menhan Prabowo Bertemu Empat Mata dengan Menhan Australia

Liputan

Spesifikasi dan Asal-usul Nama 2 Kapal Perang yang Diserahkan Prabowo ke TNI AL

Liputan

Alutsista Indonesia Kian Kuat, Usai Menhan Prabowo Borong Jet Prancis

Liputan

Pasang Iklan

Berita Lainnya

Menhan Prabowo Pesan 2 Pesawat Airbus A400M, Ini Sederet Kecanggihannya

Liputan

Latihan Militer Gabungan Indonesia AS, Upaya Menjaga Stabilitas Politik Kawasan

Nasional

Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak Terima Brevet Astros Kehormatan

Nasional

Sertijab Aslat dan Dansecapaad, Jenderal Dudung Minta Pemimpin Kembangkan Kreativitas

Nasional

Panglima TNI Sebut Indonesia-AS akan Latihan Gabungan Tiga Matra

Nasional

Pasang Iklan
Internasional
Lihat Semua
Nasional
Lihat Semua