Pasang Iklan
Pasang Iklan
Home
»
Ulasan
»
Detail Berita


Akar Masalah Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Kawasan Indo-Pasifik

Foto: Latihan perang gabungan Balikatan 2019 antara militer Filipina dan Amerika Serikat. (www.aprnet.org)
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok telah melampaui batas ekonomi dan militer; keduanya berbaur menjadi satu sistem kekuatan yang saling terkait. Pelabuhan-pelabuhan BRI Tiongkok berfungsi ganda sebagai pusat logistik militer, sementara proyek PGII Amerika diarahkan untuk mengamankan jalur pasokan mineral penting yang dibutuhkan industri pertahanan. Jika tren ini terus berlanjut, dunia menuju kepada pembentukan dua ekosistem global yang terpisah, satu berpusat pada yuan dan jaringan BRI dengan kekuatan A2/AD yang mengontrol 68 pelabuhan di kawasan, dan satu lagi berbasis dolar dengan PGII serta aliansi maritim yang menopang kekuatan global AS.

Para analis memperkirakan hingga 2030 Indo-Pasifik tetap akan menjadi kawasan yang paling menentukan arah tatanan dunia baru. Probabilitas konflik di Selat Taiwan diperkirakan mencapai 18 persen dalam lima tahun ke depan, sedangkan di Laut China Selatan sekitar 11 persen. Pada 2040, kawasan ini bisa saja terbelah menjadi dua blok ekonomi-militer yang saling eksklusif, memaksa negara-negara seperti India, Jepang, dan terutama ASEAN, untuk mencari jalan tengah yang semakin sempit. Namun, di tengah ketegangan tersebut, peluang inovasi tetap terbuka. Inisiatif digital dan kerja sama ekonomi di Asia Tenggara dapat menjadi jembatan antara dua kekuatan besar tersebut, memberikan ruang bagi stabilitas dan kemandirian kawasan.

Hakikatnya, rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok pada bukan sekadar pertarungan dua negara adidaya, melainkan refleksi dari perubahan struktur global yang lebih besar, yaitu pergeseran dari dunia yang terintegrasi menuju dunia yang terpolarisasi. Di Indo-Pasifik, tempat dua samudra bertemu dan jalur perdagangan vital bersilangan, pertarungan ini akan menentukan arah masa depan, apakah dunia akan terpecah menjadi dua kubu yang saling menutup diri, ataukah justru menemukan cara baru untuk berbagi pengaruh dalam keseimbangan yang rapuh.

Rivalitas ini menggambarkan transformasi global menuju dunia multipolar yang belum stabil. Keduanya bukan hanya bersaing dalam pengaruh, tetapi juga dalam ide, antara liberalisme dan otoritarianisme, antara keterbukaan dan kontrol. Dalam konteks ini, peran negara menengah seperti Indonesia menjadi sangat penting, bukan sebagai penonton tetapi sebagai mediator yang menjaga agar kompetisi tidak berubah menjadi konfrontasi terbuka. (*)



Halaman :

Kata Kunci : Penyebab dan akar masalah rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Kawasan Indo-Pasifik

Sorotan


Mengintip Masa Depan Teknologi Militer Amerika Serikat

Teknomiliter

Mundurnya Militer Uni Soviet dari Afganistan Usai 8 Tahun Berperang

Historia

Komponen Penting Dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

Sishankamrata

Terkuat di Asia Tenggara, Ini Deretan Alutsista Tentara Nasional Indonesia

Nasional

Sejarah Berdirinya Komando Cadangan Srategis Angkatan Darat (Kostrad)

Historia

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Dari Jawatan Penerbangan Hingga Lahirnya TNI AU pada 9 April 1946

Historia

Dari Operasi Alpha Hingga Berakhir di Museum Satria Mandala

Historia

Kawasan Asia Timur Kian Memanas, Jepang Keluarkan Peringatan Perang

Internasional

Peringatan Perang Dunia II, Volodymyr Zelensky Ingatkan Kejahatan Telah Kembali

Historia

Alasan Amerika Serikat Menyerang Irak pada 2003

Historia

Pasang Iklan

Baca Juga

Perang Korea: Penyebab, Jalannya Pertempuran, Penyelesaian, dan Dampak

Historia

BKR Laut, Kisah Garda Bahari di Awal Revolusi Kemerdekaan

Historia

Menhan Prabowo Bertemu Empat Mata dengan Menhan Australia

Liputan

Spesifikasi dan Asal-usul Nama 2 Kapal Perang yang Diserahkan Prabowo ke TNI AL

Liputan

Alutsista Indonesia Kian Kuat, Usai Menhan Prabowo Borong Jet Prancis

Liputan

Pasang Iklan

Berita Lainnya

Menhan Prabowo Pesan 2 Pesawat Airbus A400M, Ini Sederet Kecanggihannya

Liputan

Latihan Militer Gabungan Indonesia AS, Upaya Menjaga Stabilitas Politik Kawasan

Nasional

Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak Terima Brevet Astros Kehormatan

Nasional

Sertijab Aslat dan Dansecapaad, Jenderal Dudung Minta Pemimpin Kembangkan Kreativitas

Nasional

Panglima TNI Sebut Indonesia-AS akan Latihan Gabungan Tiga Matra

Nasional

Pasang Iklan
Internasional
Lihat Semua
Nasional
Lihat Semua