Pasang Iklan
Pasang Iklan
Home
»
Ulasan
»
Detail Berita


Implementasi Realisme Pragmatis Indonesia di Kawasan Indo-Pasifik Era Presiden Prabowo Subianto

Foto: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertemu secara khusus dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump , pada pertemuan perdamaian Gaza yang digelar di kota pesisir Sharm el-Sheikh, Mesir. (13/10/2025)
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Akan tetapi, paradigma otonomi strategis hanya akan berupa konsep normatif jika tidak diterjemahkan ke dalam strategi operasional. Di sinilah, realisme pragmatis memainkan peran kunci dengan menyediakan logika tindakan yang memungkinkan otonomi strategis dapat diwujudkan melalui kebijakan konkret yang fleksibel, selektif, dan berbasis kepentingan nasional.

Presiden Prabowo memandang, dunia internasional saat ini berada dalam fase transisi dari sistem bipolar era Perang Dingin dan unipolar paska Perang Dingin, menuju multipolaritas yang tidak stabil. Dalam sistem multipolar ini, tidak ada satu pun kekuatan tunggal yang mampu mendominasi sistem internasional secara penuh, namun rivalitas antar kekuatan besar justru menciptakan ketidakpastian yang lebih tinggi.

Dalam situasi seperti ini, negara-negara yang bersikap idealis atau terlalu normatif, berisiko dapat kehilangan ruang manuver. Realisme pragmatis, oleh karenanya, menjadi pendekatan yang rasional bagi Indonesia untuk menghindari jebakan polarisasi geopolitik sekaligus mempertahankan fleksibilitas strategis.

Salah satu karakter utama realisme pragmatis adalah penolakannya terhadap komitmen aliansi yang bersifat mengikat. Indonesia di bawah Prabowo tetap mempertahankan prinsip non-alignment, namun dengan interpretasi yang lebih aktif dan berorientasi pada hasil.

Non-alignment tidak lagi dimaknai sebagai menagmbil jarak pasif dari kekuatan besar, melainkan sebagai kebebasan untuk memilih kerjasama berdasarkan kepentingan nasional dan kalkulasi risiko.

Selama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pendekatan ini terlihat cukup jelas dalam hubungan antara Indonesia dengan Amerika Serikat dan Tiongkok. Indonesia aktif menjalin kerjasama pertahanan dan keamanan maritim dengan Amerika Serikat, sementara pada saat yang bersamaan memperdalam hubungan ekonomi dengan Tiongkok, tanpa menempatkan diri dalam orbit strategis salah satu pihak.



Halaman :

Kata Kunci : Realisme pragmatis dalam kebijakan luar negeri Indonesia selama kepemimpinan Presiden Prabowo dipahami sebagai pendekatan yang menempatkan kepentingan nasional sebagai titik tolak utama, tetapi tidak

Sorotan


Mengintip Masa Depan Teknologi Militer Amerika Serikat

Teknomiliter

Mundurnya Militer Uni Soviet dari Afganistan Usai 8 Tahun Berperang

Historia

Komponen Penting Dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

Sishankamrata

Terkuat di Asia Tenggara, Ini Deretan Alutsista Tentara Nasional Indonesia

Nasional

Sejarah Berdirinya Komando Cadangan Srategis Angkatan Darat (Kostrad)

Historia

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Dari Jawatan Penerbangan Hingga Lahirnya TNI AU pada 9 April 1946

Historia

Dari Operasi Alpha Hingga Berakhir di Museum Satria Mandala

Historia

Kawasan Asia Timur Kian Memanas, Jepang Keluarkan Peringatan Perang

Internasional

Peringatan Perang Dunia II, Volodymyr Zelensky Ingatkan Kejahatan Telah Kembali

Historia

Alasan Amerika Serikat Menyerang Irak pada 2003

Historia

Pasang Iklan

Baca Juga

Perang Korea: Penyebab, Jalannya Pertempuran, Penyelesaian, dan Dampak

Historia

BKR Laut, Kisah Garda Bahari di Awal Revolusi Kemerdekaan

Historia

Menhan Prabowo Bertemu Empat Mata dengan Menhan Australia

Liputan

Spesifikasi dan Asal-usul Nama 2 Kapal Perang yang Diserahkan Prabowo ke TNI AL

Liputan

Alutsista Indonesia Kian Kuat, Usai Menhan Prabowo Borong Jet Prancis

Liputan

Pasang Iklan

Berita Lainnya

Menhan Prabowo Pesan 2 Pesawat Airbus A400M, Ini Sederet Kecanggihannya

Liputan

Latihan Militer Gabungan Indonesia AS, Upaya Menjaga Stabilitas Politik Kawasan

Nasional

Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak Terima Brevet Astros Kehormatan

Nasional

Sertijab Aslat dan Dansecapaad, Jenderal Dudung Minta Pemimpin Kembangkan Kreativitas

Nasional

Panglima TNI Sebut Indonesia-AS akan Latihan Gabungan Tiga Matra

Nasional

Pasang Iklan
Internasional
Lihat Semua
Nasional
Lihat Semua