Akan tetapi, paradigma otonomi strategis hanya akan berupa konsep normatif jika tidak diterjemahkan ke dalam strategi operasional. Di sinilah, realisme pragmatis memainkan peran kunci dengan menyediakan logika tindakan yang memungkinkan otonomi strategis dapat diwujudkan melalui kebijakan konkret yang fleksibel, selektif, dan berbasis kepentingan nasional.
Presiden Prabowo memandang, dunia internasional saat ini berada dalam fase transisi dari sistem bipolar era Perang Dingin dan unipolar paska Perang Dingin, menuju multipolaritas yang tidak stabil. Dalam sistem multipolar ini, tidak ada satu pun kekuatan tunggal yang mampu mendominasi sistem internasional secara penuh, namun rivalitas antar kekuatan besar justru menciptakan ketidakpastian yang lebih tinggi.
Dalam situasi seperti ini, negara-negara yang bersikap idealis atau terlalu normatif, berisiko dapat kehilangan ruang manuver. Realisme pragmatis, oleh karenanya, menjadi pendekatan yang rasional bagi Indonesia untuk menghindari jebakan polarisasi geopolitik sekaligus mempertahankan fleksibilitas strategis.
Salah satu karakter utama realisme pragmatis adalah penolakannya terhadap komitmen aliansi yang bersifat mengikat. Indonesia di bawah Prabowo tetap mempertahankan prinsip non-alignment, namun dengan interpretasi yang lebih aktif dan berorientasi pada hasil.
Non-alignment tidak lagi dimaknai sebagai menagmbil jarak pasif dari kekuatan besar, melainkan sebagai kebebasan untuk memilih kerjasama berdasarkan kepentingan nasional dan kalkulasi risiko.
Selama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pendekatan ini terlihat cukup jelas dalam hubungan antara Indonesia dengan Amerika Serikat dan Tiongkok. Indonesia aktif menjalin kerjasama pertahanan dan keamanan maritim dengan Amerika Serikat, sementara pada saat yang bersamaan memperdalam hubungan ekonomi dengan Tiongkok, tanpa menempatkan diri dalam orbit strategis salah satu pihak.
Kata Kunci : Realisme pragmatis dalam kebijakan luar negeri Indonesia selama kepemimpinan Presiden Prabowo dipahami sebagai pendekatan yang menempatkan kepentingan nasional sebagai titik tolak utama, tetapi tidak
Menhan Prabowo Ingin Indonesia-Korsel Lebih Banyak Kerja Sama Industri Pertahanan
24 Nov 2022, 21:07 WIB
RepubliKorp Tandatangani Kerjasama Industri Pertahanan dengan Produsen Senjata Republik Ceko
03 Nov 2022, 22:02 WIB
Jaga Bersama Demi Negara, Republikorp Hadirkan Inovasi Dalam Pameran Indo Defence 2022
02 Nov 2022, 15:55 WIB
Teknomiliter
16 Mei 2022, 19:51 WIB
Historia
15 Mei 2022, 19:38 WIB
Sishankamrata
10 Apr 2022, 19:29 WIB
Nasional
23 Nov 2021, 19:09 WIB
Historia
06 Mar 2022, 9:00 WIB
Historia
09 Apr 2020, 8:39 WIB
Historia
16 Mei 2020, 8:02 WIB
Internasional
13 Mei 2022, 7:48 WIB
Historia
09 Mei 2022, 7:40 WIB
Historia
17 Jan 2021, 2:40 WIB
Historia
16 Mei 2022, 2:22 WIB
Historia
15 Sep 2019, 1:53 WIB
Liputan
09 Sep 2021, 0:51 WIB
Liputan
27 Okt 2021, 0:41 WIB
Liputan
11 Feb 2022, 0:27 WIB
Liputan
20 Apr 2022, 0:17 WIB
Nasional
05 Agu 2021, 21:35 WIB
Nasional
13 Mei 2022, 21:29 WIB
Nasional
13 Mei 2022, 21:24 WIB
Nasional
22 Mar 2022, 21:17 WIB
Dukung kami menyajikan berita akurat, terpercaya dan independen. Berkontribusi sekarang melalui link Google berikut ini.