
Kodam V Brawijaya
Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya merupakan komando kewilayahan TNI Angkatan Darat yang memiliki sejarah panjang sejak masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Organisasi ini berawal dari penyatuan sejumlah divisi TNI di Jawa Timur pada 1948, sebelum mengalami beberapa kali perubahan nama dan struktur hingga menjadi Kodam V/Brawijaya seperti dikenal sekarang.Sejarah Kodam V/Brawijaya tidak dapat dipisahkan dari perkembangan organisasi militer Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Pada masa awal kemerdekaan, kekuatan bersenjata Republik Indonesia dibentuk dan ditata untuk mempertahankan kedaulatan negara. Di Jawa Timur, perkembangan tersebut melahirkan sejumlah divisi militer yang kemudian menjadi bagian penting dalam pembentukan organisasi yang sekarang dikenal sebagai Kodam V/Brawijaya.
Pada 25 Oktober 1948, Menteri Pertahanan Republik Indonesia mengeluarkan keputusan bernomor A/532/48 mengenai reorganisasi satuan TNI di Jawa Timur. Berdasarkan keputusan tersebut, tiga divisi, yakni Divisi V/Ronggolawe, Divisi VI/Narotama, dan Divisi VII/Suropati, digabungkan menjadi satu organisasi bernama TNI Divisi I Jawa Timur.
Peresmian Divisi I Jawa Timur dilaksanakan pada 17 Desember 1948 di Lapangan Kuwak, Kediri. Upacara tersebut dipimpin oleh Panglima Tentara Teritorium Jawa, Kolonel Abdul Haris Nasution. Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah yang diperingati sebagai hari jadi Kodam V/Brawijaya.
Penyatuan ketiga divisi tersebut merupakan bagian dari penataan organisasi militer di Jawa Timur. Sebelum penggabungan, masing-masing divisi memiliki wilayah tanggung jawab tersendiri. Melalui reorganisasi, satuan-satuan tersebut disatukan dalam Divisi I Jawa Timur.
Tanggal 17 Desember kemudian menjadi penanda penting dalam perjalanan organisasi ini. Meskipun nama dan bentuk organisasinya berubah pada periode-periode berikutnya, tanggal tersebut tetap diperingati sebagai hari jadi Kodam V/Brawijaya.
Perkembangan berikutnya terjadi pada 1 September 1950. Sejalan dengan penataan wilayah militer Indonesia menjadi tujuh teritorium, wilayah militer Jawa Timur menggunakan sebutan Tentara dan Teritorium V Jawa Timur. Perubahan ini menunjukkan penyesuaian struktur organisasi TNI Angkatan Darat terhadap pembagian wilayah pertahanan yang berlaku saat itu.
Selanjutnya, pada 17 Desember 1951, Divisi I Jawa Timur memperoleh nama Brawijaya. Nama tersebut merujuk pada Brawijaya, gelar yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Majapahit. Penggunaan nama ini menjadi bagian dari identitas organisasi militer yang berkembang di Jawa Timur.
Nama Brawijaya memiliki hubungan historis dengan tradisi penamaan yang mengambil inspirasi dari sejarah Nusantara. Dalam penjelasan mengenai asal-usulnya, nama tersebut dikaitkan dengan Wijaya, tokoh yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan Majapahit. Unsur Bhre atau Bra dijelaskan sebagai gelar kehormatan yang bermakna agung.
Menurut penjelasan sejarah yang dimuat oleh TNI Angkatan Darat dan diberitakan detikNews, penggunaan nama Brawijaya dimaksudkan sebagai simbol yang berkaitan dengan sejarah Majapahit serta nilai keprajuritan, kepemimpinan, dan pengabdian. Nama tersebut kemudian terus digunakan dalam perkembangan organisasi militer di Jawa Timur.
Dengan demikian, terdapat beberapa tanggal penting pada periode awal pembentukannya. Keputusan reorganisasi diterbitkan pada 25 Oktober 1948, peresmian Divisi I Jawa Timur berlangsung pada 17 Desember 1948, sedangkan nama Brawijaya ditetapkan pada 17 Desember 1951. Ketiganya menandai tahapan berbeda dalam sejarah organisasi ini.
Perubahan Menjadi Kodam V/Brawijaya
Perjalanan organisasi militer di Jawa Timur berlanjut seiring dengan perubahan sistem pertahanan dan pembagian wilayah komando TNI Angkatan Darat. Setelah menggunakan nama Divisi I/Brawijaya, organisasi tersebut mengalami perubahan menjadi Tentara dan Teritorium V/Brawijaya.
Perubahan itu didasarkan pada Instruksi Kepala Staf Angkatan Darat Nomor 2/KSAD/Instr/52 tanggal 5 Januari 1952. Kebijakan tersebut berkaitan dengan pembagian wilayah militer Indonesia ke dalam tujuh teritorium. Dalam struktur ini, Tentara dan Teritorium V/Brawijaya menjadi bagian dari sistem komando teritorial TNI Angkatan Darat.
Penataan kembali organisasi militer nasional kemudian membawa perubahan berikutnya. Berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Kpts/952/10/1959 tertanggal 9 Oktober 1959, Tentara dan Teritorium V/Brawijaya berubah menjadi Komando Daerah Militer VIII/Brawijaya.
Perubahan tersebut berkaitan dengan penyesuaian pembagian wilayah komando militer dari tujuh teritorium menjadi 17 Komando Daerah Militer. Dengan perubahan itu, nama Brawijaya tetap dipertahankan, sementara penomoran dan bentuk organisasinya mengikuti struktur komando yang berlaku.
Tahap penting berikutnya berlangsung pada 12 Januari 1985. Berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Kep/4/I/1985, Kodam VIII/Brawijaya berubah menjadi Kodam V/Brawijaya. Perubahan ini merupakan bagian dari reorganisasi TNI Angkatan Darat yang mengacu pada prinsip a small effective unit, yakni penataan organisasi agar lebih efektif.
Sejak perubahan tersebut, sebutan Kodam V/Brawijaya digunakan hingga sekarang. Rangkaian perubahan nama itu memperlihatkan bahwa organisasi ini tidak terbentuk sekaligus dalam struktur yang dikenal saat ini, melainkan berkembang melalui sejumlah tahap reorganisasi selama beberapa dasawarsa.
Dalam perkembangannya, Kodam V/Brawijaya menjadi komando kewilayahan TNI Angkatan Darat yang meliputi Provinsi Jawa Timur, dengan markas komando di Surabaya. Organisasi ini memiliki satuan-satuan kewilayahan dan unsur pendukung yang menjalankan fungsi sesuai tugas masing-masing dalam struktur TNI Angkatan Darat.
Keberadaan komando kewilayahan tersebut berkaitan dengan penyelenggaraan pertahanan darat di wilayah tanggung jawabnya. Sementara itu, sejarah pembentukannya tetap merujuk pada penyatuan Divisi V/Ronggolawe, Divisi VI/Narotama, dan Divisi VII/Suropati pada 1948 sebagai cikal bakal organisasi.
Perubahan dari Divisi I Jawa Timur menjadi Divisi I/Brawijaya, kemudian Tentara dan Teritorium V/Brawijaya, Kodam VIII/Brawijaya, hingga Kodam V/Brawijaya merupakan bagian utama dari kronologi sejarah organisasi ini. Setiap perubahan mengikuti kebijakan penataan organisasi dan wilayah komando militer pada masanya.
Tanggal 17 Desember diperingati sebagai hari jadi Kodam V/Brawijaya karena berkaitan dengan peresmian Divisi I Jawa Timur pada 1948. Dengan demikian, hari jadi tersebut merujuk pada awal pembentukan organisasi pendahulunya, bukan pada perubahan nama menjadi Kodam V/Brawijaya pada 1985.
Sejarah Kodam V/Brawijaya memperlihatkan perjalanan sebuah organisasi militer yang berakar pada masa awal kemerdekaan dan terus mengalami penyesuaian struktur. Dari penyatuan tiga divisi di Jawa Timur hingga menjadi komando kewilayahan TNI Angkatan Darat, nama Brawijaya tetap menjadi identitas yang melekat pada organisasi tersebut.
Sorotan
Dari Invasi Hingga Pendudukan, Berakhirnya Dua Dekade Kehadiran Militer Amerika Serikat di Irak
05 Okt 2026, 4:30 WIB
Ulasan 28 Des 2025, 8:36 WIB
Teknomiliter 10 Des 2025, 15:53 WIB
Alutsista 07 Des 2025, 15:47 WIB
Ulasan 17 Nov 2025, 20:58 WIB
Ulasan 16 Nov 2025, 6:26 WIB
Pilihan Redaksi
Geostrategi 16 Nov 2025, 5:53 WIB
Internasional 27 Jan 2024, 14:13 WIB
Internasional 18 Jan 2024, 18:07 WIB
Ulasan 18 Jan 2024, 17:58 WIB
Internasional 09 Jan 2024, 10:35 WIB
Baca Juga
Liputan 12 Des 2022, 20:30 WIB
Internasional 24 Nov 2022, 21:07 WIB
Internasional 03 Nov 2022, 22:02 WIB
Events 02 Nov 2022, 15:55 WIB
Events 14 Mei 2022, 15:48 WIB
Berita Lainnya
Events 05 Okt 2021, 8:21 WIB
Teknomiliter 16 Mei 2022, 19:51 WIB
Historia 15 Mei 2022, 19:38 WIB
Sishankamrata 10 Apr 2022, 19:29 WIB
Nasional 23 Nov 2021, 19:09 WIB





