kodam Moloku Kie Raha

Kodam Moloku Kie Raha

Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha merupakan komando daerah militer baru TNI Angkatan Darat yang dibentuk untuk wilayah Provinsi Maluku Utara. Satuan ini diresmikan pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI. Nama Moloku Kie Raha memiliki akar sejarah panjang dalam tradisi politik dan kebudayaan Maluku Utara, terutama persekutuan empat kesultanan yang berperan penting dalam sejarah kawasan tersebut.

Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 5 Oktober 2026, dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta. Peresmian ini menjadi bagian dari pembentukan 204 satuan baru di lingkungan TNI, yang mencakup unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

Dalam kegiatan tersebut, enam Kodam baru diresmikan, yakni Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau, Kodam XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur, Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha di Maluku Utara, Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah, dan Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat. Peresmian itu menandai perubahan struktur komando kewilayahan TNI AD di sejumlah daerah.

Sebelum Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha dibentuk, wilayah Maluku Utara berada dalam struktur teritorial Kodam XV/Pattimura yang bermarkas di Ambon, Maluku. Salah satu satuan teritorial utama di Maluku Utara adalah Korem 152/Baabullah yang berkedudukan di Ternate. Pengembangan organisasi tersebut kemudian menjadikan Maluku Utara memiliki Kodam tersendiri, sehingga komando kewilayahan TNI AD dapat dikelola dari wilayah provinsi tersebut.

Mayjen TNI Nefra Firdaus ditunjuk sebagai Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha pertama. Sebelum menerima penugasan tersebut, ia menjabat Kepala Staf Kodam XV/Pattimura. Penunjukannya diumumkan menjelang peresmian dan dikonfirmasi oleh Komandan Korem 152/Baabullah, Brigjen TNI Enoh Solehudin. Presiden Prabowo kemudian menyerahkan tongkat komando dan lambang satuan dalam rangkaian peresmian di Jakarta.

Pada tahap awal pembentukan, aktivitas Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha menggunakan markas Korem 152/Baabullah di Ternate. Sementara itu, Korem 152/Baabullah untuk sementara menjalankan kegiatan di gedung Sanggar Kegiatan Bersama di wilayah Kota Ternate Utara. Penggunaan markas sementara menjadi bagian dari penyiapan organisasi sebelum fasilitas permanen tersedia.

Pembangunan markas permanen Kodam direncanakan di Sofifi, ibu kota Provinsi Maluku Utara. Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyampaikan dukungannya terhadap rencana tersebut, termasuk penyiapan lahan untuk pembangunan infrastruktur komando. Sofifi dipilih karena kedudukannya sebagai pusat pemerintahan provinsi, sedangkan Ternate tetap menjadi lokasi aktivitas awal Kodam melalui fasilitas Korem yang sudah tersedia.

Penyiapan markas permanen tidak hanya berkaitan dengan pembangunan gedung. Sebagai organisasi baru, Kodam juga memerlukan penataan personel, administrasi, sarana dan prasarana, serta hubungan komando dengan satuan-satuan di wilayah tugasnya. Karena itu, peresmian pada 5 Oktober 2026 merupakan tonggak pembentukan organisasi, sedangkan penataan fasilitas dan struktur pendukungnya menjadi bagian dari proses pengembangan berikutnya.

Pembentukan Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha juga memiliki konteks geografis tersendiri. Maluku Utara merupakan provinsi kepulauan yang wilayahnya tersebar di sejumlah pulau, termasuk Halmahera, Ternate, Tidore, Morotai, Bacan, dan Kepulauan Sula. Kondisi tersebut menghadirkan kebutuhan koordinasi kewilayahan yang berbeda dari daerah yang didominasi satu daratan luas.

Komandan Korem 152/Baabullah menyampaikan bahwa kehadiran Kodam baru diharapkan mendukung penguatan organisasi pertahanan dan memberi peluang lebih besar bagi putra-putri daerah untuk mengikuti proses rekrutmen prajurit TNI. Pemerintah provinsi juga menekankan pentingnya kesiapan pertahanan dengan mempertimbangkan karakter geografis Maluku Utara sebagai wilayah kepulauan.

Meski demikian, tugas Kodam tetap dilaksanakan sesuai kewenangan TNI Angkatan Darat. Pembentukan komando militer tidak mengubah kewenangan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, serta lembaga lain dilaksanakan sesuai mandat masing-masing.

Sejarah Moloku Kie Raha dan Empat Kesultanan Maluku Utara

Istilah Moloku Kie Raha secara umum diterjemahkan sebagai “Maluku Empat Gunung”. Nama ini berkaitan dengan empat pusat kekuasaan tradisional yang kemudian dikenal sebagai Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Keempat kesultanan tersebut memiliki peran penting dalam sejarah politik, perdagangan, dan penyebaran Islam di kawasan Maluku Utara.

Sejarah tradisi Moloku Kie Raha sering dikaitkan dengan pertemuan para penguasa Maluku di Pulau Moti pada abad ke-14. Persekutuan yang dikenal sebagai Perjanjian Moti atau Moti Verbond dimaksudkan untuk membangun kesepakatan di antara para penguasa dan mengurangi konflik yang terjadi di kawasan tersebut. Sejumlah sumber sejarah mengaitkan pembentukan persekutuan itu dengan tahun 1322, pada masa pemerintahan Kolano Sida Arif Malamo di Ternate.

Meski demikian, penjelasan mengenai asal-usul Moloku Kie Raha tidak sepenuhnya seragam di semua sumber. Ada tulisan yang menempatkan persekutuan empat kerajaan sebagai hasil kesepakatan politik, sementara sumber lain juga menguraikan kisah asal-usul kerajaan melalui tradisi lisan. Karena itu, sejarah awal persekutuan tersebut perlu dibaca dengan mempertimbangkan perbedaan antara catatan sejarah tertulis dan tradisi lokal.

Kesultanan Ternate berkembang dari kerajaan yang dalam sejumlah sumber disebut Tolo atau Gapi, dengan tradisi penanggalan pendiriannya pada abad ke-13. Letak Ternate yang strategis menjadikannya salah satu pusat perdagangan rempah-rempah di Maluku. Cengkih dari kawasan ini menarik kedatangan pedagang dari berbagai wilayah Nusantara dan kemudian bangsa-bangsa Eropa.

Kesultanan Tidore berkembang sebagai pusat kekuasaan lain yang memiliki hubungan sekaligus persaingan dengan Ternate. Kedua kesultanan memainkan peran penting dalam perdagangan rempah-rempah dan hubungan politik dengan kekuatan asing. Dalam perjalanan sejarah, Tidore juga membangun hubungan dengan wilayah di Halmahera dan kawasan Papua, sementara Ternate memperluas pengaruhnya di sejumlah pulau sekitarnya.

Bacan dan Jailolo melengkapi empat pusat kekuasaan yang dikenal dalam tradisi Moloku Kie Raha. Kesultanan Bacan memiliki kedudukan di kawasan selatan Maluku Utara, sedangkan Jailolo berpusat di Halmahera. Hubungan di antara empat kesultanan tersebut mengalami perubahan dari masa ke masa, dipengaruhi oleh persaingan politik, perdagangan, hubungan kekerabatan, dan kedatangan kekuatan kolonial.

Masuknya Portugis pada awal abad ke-16 mengubah dinamika politik kawasan. Portugis membangun hubungan dengan penguasa setempat dan terlibat dalam persaingan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah. Setelah itu, Belanda melalui VOC memperluas pengaruhnya di Maluku dengan menggunakan perjanjian, monopoli perdagangan, serta kekuatan militer. Persaingan antara kesultanan dan kekuatan Eropa berlangsung dalam berbagai bentuk, termasuk perlawanan, diplomasi, dan perubahan aliansi.

Dalam sejarah yang lebih panjang, masyarakat Maluku Utara tidak hanya dikenal melalui perdagangan rempah-rempah, tetapi juga melalui jaringan pelayaran, tradisi Islam, sastra lisan, dan hubungan antarpulau. Kesultanan-kesultanan tersebut membentuk warisan budaya yang masih dapat dijumpai dalam tradisi adat, peninggalan istana, makam, masjid, serta berbagai situs sejarah di Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo.

Penggunaan nama Moloku Kie Raha untuk Kodam XXVIII merupakan pemakaian identitas historis dan budaya Maluku Utara dalam nomenklatur organisasi militer modern. Namun, Kodam tersebut bukan kelanjutan kelembagaan dari empat kesultanan. Kodam adalah organisasi pertahanan negara yang dibentuk berdasarkan struktur TNI AD, sedangkan Moloku Kie Raha merupakan istilah historis yang merujuk pada tradisi politik empat pusat kekuasaan di Maluku Utara.

Dengan terbentuknya Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, Maluku Utara memasuki babak baru dalam struktur komando kewilayahan TNI AD. Peresmian pada 5 Oktober 2026, penunjukan Mayjen TNI Nefra Firdaus sebagai Pangdam pertama, penggunaan markas sementara di Ternate, serta rencana pembangunan markas permanen di Sofifi menjadi bagian dari sejarah awal organisasi tersebut. Nama Moloku Kie Raha sekaligus menghubungkan satuan baru ini dengan warisan sejarah kawasan yang selama berabad-abad menjadi salah satu pusat penting perdagangan dan peradaban di Nusantara.


Sorotan


Implementasi Realisme Pragmatis Indonesia  di Kawasan Indo-Pasifik Era Presiden Prabowo Subianto

Implementasi Realisme Pragmatis Indonesia di Kawasan Indo-Pasifik Era Presiden Prabowo Subianto

Ulasan 28 Des 2025, 8:36 WIB

A2/AD dalam Sejarah dan Konflik Kontemporer: Studi Kasus Lapangan

A2/AD dalam Sejarah dan Konflik Kontemporer: Studi Kasus Lapangan

Teknomiliter 10 Des 2025, 15:53 WIB

Mengenal Strategi Anti-Access Area Denial (A2/AD), Tembok Pertahanan di Era Perang Modern

Mengenal Strategi Anti-Access Area Denial (A2/AD), Tembok Pertahanan di Era Perang Modern

Alutsista 07 Des 2025, 15:47 WIB

Hedging Diplomacy Indonesia Menjaga Keseimbangan Kawasan Indo-Pasifik

Hedging Diplomacy Indonesia Menjaga Keseimbangan Kawasan Indo-Pasifik

Ulasan 17 Nov 2025, 20:58 WIB

Akar Masalah Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Kawasan Indo-Pasifik

Akar Masalah Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Kawasan Indo-Pasifik

Ulasan 16 Nov 2025, 6:26 WIB

Portal Informasi Resmi Pemerintah Republik Indonesia

Pilihan Redaksi

Situasi Asimetris dan Potensi Konflik di Kawasan Indo-Pasifik

Situasi Asimetris dan Potensi Konflik di Kawasan Indo-Pasifik

Geostrategi 16 Nov 2025, 5:53 WIB

Patroli Bersama di Laut Cina Selatan, Amerika Serikat Perkuat Angkatan Laut Filipina

Patroli Bersama di Laut Cina Selatan, Amerika Serikat Perkuat Angkatan Laut Filipina

Internasional 27 Jan 2024, 14:13 WIB

Tindakan PKT meningkatkan ketegangan di Laut Cina Selatan

Tindakan PKT meningkatkan ketegangan di Laut Cina Selatan

Internasional 18 Jan 2024, 18:07 WIB

Tiongkok Hadapi Kekurangan Talenta Ketika Lulusan Terbaiknya Menghindari Dinas Militer

Tiongkok Hadapi Kekurangan Talenta Ketika Lulusan Terbaiknya Menghindari Dinas Militer

Ulasan 18 Jan 2024, 17:58 WIB

Misi Satuan Tugas Pesawat Pengebom Amerika Unjuk Kemampuan Jaga Perdamaian di Indopasifik

Misi Satuan Tugas Pesawat Pengebom Amerika Unjuk Kemampuan Jaga Perdamaian di Indopasifik

Internasional 09 Jan 2024, 10:35 WIB

Baca Juga

Selain Deddy Corbuzier, Berikut Daftar Penerima Pangkat Tituler di Indonesia

Selain Deddy Corbuzier, Berikut Daftar Penerima Pangkat Tituler di Indonesia

Liputan 12 Des 2022, 20:30 WIB

Menhan Prabowo Ingin Indonesia-Korsel Lebih Banyak Kerja Sama Industri Pertahanan

Menhan Prabowo Ingin Indonesia-Korsel Lebih Banyak Kerja Sama Industri Pertahanan

Internasional 24 Nov 2022, 21:07 WIB

RepubliKorp Tandatangani Kerjasama Industri Pertahanan dengan Produsen Senjata Republik Ceko

RepubliKorp Tandatangani Kerjasama Industri Pertahanan dengan Produsen Senjata Republik Ceko

Internasional 03 Nov 2022, 22:02 WIB

Jaga Bersama Demi Negara, Republikorp Hadirkan Inovasi Dalam Pameran Indo Defence 2022

Jaga Bersama Demi Negara, Republikorp Hadirkan Inovasi Dalam Pameran Indo Defence 2022

Events 02 Nov 2022, 15:55 WIB

Rajawali Laut Flight Jadi Pembuka Ajang Navy Jazz Traffic Festival 2022

Rajawali Laut Flight Jadi Pembuka Ajang Navy Jazz Traffic Festival 2022

Events 14 Mei 2022, 15:48 WIB

Berita Lainnya

Tinjau Pameran Alutsista TNI, Presiden: Bentuk Transparansi kepada Publik

Tinjau Pameran Alutsista TNI, Presiden: Bentuk Transparansi kepada Publik

Events 05 Okt 2021, 8:21 WIB

Mengintip Masa Depan Teknologi Militer Amerika Serikat

Mengintip Masa Depan Teknologi Militer Amerika Serikat

Teknomiliter 16 Mei 2022, 19:51 WIB

Mundurnya Militer Uni Soviet dari Afganistan Usai 8 Tahun Berperang

Mundurnya Militer Uni Soviet dari Afganistan Usai 8 Tahun Berperang

Historia 15 Mei 2022, 19:38 WIB

Komponen Penting Dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

Komponen Penting Dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

Sishankamrata 10 Apr 2022, 19:29 WIB

Terkuat di Asia Tenggara, Ini Deretan Alutsista Tentara Nasional Indonesia

Terkuat di Asia Tenggara, Ini Deretan Alutsista Tentara Nasional Indonesia

Nasional 23 Nov 2021, 19:09 WIB