
Kodam I Bukit Barisan
Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan merupakan komando kewilayahan TNI Angkatan Darat yang berakar pada perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Sumatra. Organisasi ini berkembang dari pembentukan satuan-satuan tentara pada 1945, kemudian mengalami sejumlah perubahan nama, pembagian wilayah, dan reorganisasi hingga menjadi Kodam I/Bukit Barisan dengan markas komando di Medan, Sumatra Utara.Sejarah Kodam I/Bukit Barisan tidak dapat dipisahkan dari perkembangan organisasi pertahanan Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Pada masa awal kemerdekaan, berbagai organisasi pemuda di Sumatra terbentuk untuk mendukung Republik Indonesia dan menjaga keamanan di daerah masing-masing.
Menurut catatan sejarah resmi TNI Angkatan Darat, organisasi yang muncul di antaranya Ikatan Pemuda Indonesia di Aceh, Barisan Pemuda Indonesia di Medan, Pemuda Republik Indonesia di Sumatra Barat, serta Pemuda Indonesia di Riau. Sejumlah organisasi tersebut menjadi bagian dari perkembangan kekuatan bersenjata yang kemudian terhimpun dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
Pembentukan TKR di wilayah Sumatra bagian utara dan tengah berlangsung pada waktu yang berbeda. TKR terbentuk di Sumatra Timur pada 10 Oktober 1945, sedangkan TKR Divisi V dibentuk di Aceh pada 12 Oktober 1945. Di Tapanuli, Divisi VI terbentuk pada 10 November 1945. Sementara itu, Divisi III dibentuk di Sumatra Tengah, yang meliputi Sumatra Barat dan Riau, pada 1 Januari 1946.
Pembentukan divisi-divisi tersebut memperlihatkan bahwa organisasi militer di Sumatra berkembang mengikuti kondisi dan pembagian wilayah pada masa awal kemerdekaan. Setiap divisi memiliki wilayah tanggung jawab masing-masing sebelum dilakukan penyatuan dan penataan komando secara lebih luas.
Perkembangan organisasi berikutnya berlangsung pada 13 Desember 1949, ketika dibentuk Komando Tentara Teritorium Sumatra Utara atau KO TT-SU. Wilayah komando ini mencakup Aceh, Sumatra Timur, dan Tapanuli. Pembentukan komando teritorial menjadi tahap penting dalam konsolidasi kekuatan militer di kawasan tersebut.
Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia dan penataan organisasi TNI Angkatan Darat, struktur komando kembali mengalami perubahan. Berdasarkan Penetapan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor 83/KSAD/Pnt/1950 tanggal 20 Juni 1950, KO TT-SU diubah menjadi Komando Tentara Teritorium I Sumatra Utara atau KO TT-I/SU.
Wilayah komando yang baru mencakup Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau. Perubahan tersebut memperluas cakupan wilayah organisasi dibandingkan struktur sebelumnya yang berfokus pada Aceh, Sumatra Timur, dan Tapanuli.
Tanggal 20 Juni 1950 kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kodam I/Bukit Barisan. Penetapan itu diperkuat melalui Surat Telegram Kepala Staf Angkatan Darat Nomor ST/636/V/1986 tanggal 20 Mei 1986. Dengan demikian, hari jadi Kodam merujuk pada pembentukan KO TT-I/SU, bukan pada tanggal ketika nama Bukit Barisan mulai digunakan.
Perubahan nama kembali terjadi pada 21 Juni 1951. Berdasarkan Penetapan Panglima KO TT-I/SU Nomor 247/V/ORG/1951, organisasi tersebut menjadi Komando Tentara Teritorium I/Bukit Barisan atau KO TT-I/BB. Wilayah tanggung jawabnya tetap mencakup Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau.
Pada periode itu, KO TT-I/Bukit Barisan membawahi empat resimen infanteri. Resimen Infanteri 1 berada di Aceh, Resimen Infanteri 2 di Sumatra Timur, Resimen Infanteri 3 di Tapanuli, serta Resimen Infanteri 4 di Sumatra Barat dan Riau. Susunan tersebut menunjukkan pembagian organisasi berdasarkan wilayah yang berada di bawah satu komando teritorial.
Nama Bukit Barisan merujuk pada rangkaian pegunungan yang membentang di sepanjang sisi barat Pulau Sumatra. Nama geografis tersebut kemudian menjadi identitas komando militer yang berkembang dari wilayah Sumatra Utara.
Pemisahan Wilayah dan Pembentukan Kodam I/Bukit Barisan
Pada 27 Desember 1956, struktur KO TT-I/Bukit Barisan mengalami perubahan penting. Resimen Infanteri 1 di Aceh dan Resimen Infanteri 4 di Sumatra Barat-Riau dipisahkan dari komando tersebut. Kedua wilayah itu kemudian berkembang menjadi komando daerah militer tersendiri.
Di Aceh dibentuk Kodam I/Iskandar Muda, sedangkan Sumatra Barat dan Riau menjadi wilayah Kodam III/17 Agustus. Sementara itu, organisasi yang tersisa berubah menjadi Kodam II/Bukit Barisan. Perubahan ini menandai pembagian struktur komando militer di Sumatra berdasarkan wilayah yang lebih terbatas.
Penataan tersebut tidak menjadi bentuk organisasi yang permanen. Pada 1984, TNI Angkatan Darat melaksanakan reorganisasi untuk mengurangi jumlah komando daerah militer. Kebijakan tersebut tercantum dalam Perintah Operasi Kepala Staf Angkatan Darat Nomor 011/1984 tanggal 22 September 1984, yang kemudian disempurnakan melalui surat telegram pada Oktober dan Desember tahun yang sama.
Sebagai bagian dari reorganisasi tersebut, Kodam I/Iskandar Muda, Kodam II/Bukit Barisan, dan Kodam III/17 Agustus digabungkan menjadi satu komando dengan nama Kodam I/Bukit Barisan. Penggabungan ini menyatukan kembali wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau dalam satu struktur komando.
Namun, cakupan wilayah itu kembali berubah pada 2002. Berdasarkan kebijakan pemerintah, Kodam Iskandar Muda di Aceh diaktifkan kembali pada 5 Februari 2002. Sejak itu, wilayah Aceh tidak lagi berada di bawah Kodam I/Bukit Barisan.
Perubahan berikutnya berlangsung pada 2005, ketika Korem 033/Wira Pratama yang berkedudukan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Kep/67/XII/2005 tanggal 30 Desember 2005. Kehadiran Korem tersebut menjadi bagian dari pengaturan wilayah komando di kawasan Kepulauan Riau.
Saat ini, Kodam I/Bukit Barisan memiliki wilayah tanggung jawab yang meliputi Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Markas komandonya berada di Medan, Sumatra Utara. Wilayah dan struktur satuan di bawahnya mengikuti pembagian komando TNI Angkatan Darat yang berlaku.
Sebagai komando kewilayahan, Kodam I/Bukit Barisan menjalankan tugas pertahanan darat melalui satuan-satuan teritorial dan unsur pendukung sesuai struktur organisasi TNI Angkatan Darat. Keberadaan komando ini menjadi bagian dari sistem pertahanan nasional di kawasan Sumatra bagian utara.
Perjalanan sejarah Kodam I/Bukit Barisan memperlihatkan perubahan organisasi yang berlangsung selama beberapa dasawarsa. Pembentukan KO TT-SU pada 1949, perubahan menjadi KO TT-I/SU pada 1950, penggunaan nama Bukit Barisan pada 1951, pemisahan wilayah pada 1956, penggabungan kembali pada 1985, serta pengaktifan kembali Kodam Iskandar Muda pada 2002 merupakan tahapan penting dalam kronologinya.
Tanggal 20 Juni tetap diperingati sebagai hari jadi Kodam I/Bukit Barisan. Tanggal tersebut menandai pembentukan KO TT-I/SU pada 1950, yang menjadi landasan organisasi bagi perkembangan Kodam dengan nama Bukit Barisan hingga sekarang.
Sorotan
Dari Invasi Hingga Pendudukan, Berakhirnya Dua Dekade Kehadiran Militer Amerika Serikat di Irak
05 Okt 2026, 4:30 WIB
Ulasan 28 Des 2025, 8:36 WIB
Teknomiliter 10 Des 2025, 15:53 WIB
Alutsista 07 Des 2025, 15:47 WIB
Ulasan 17 Nov 2025, 20:58 WIB
Ulasan 16 Nov 2025, 6:26 WIB
Pilihan Redaksi
Geostrategi 16 Nov 2025, 5:53 WIB
Internasional 27 Jan 2024, 14:13 WIB
Internasional 18 Jan 2024, 18:07 WIB
Ulasan 18 Jan 2024, 17:58 WIB
Internasional 09 Jan 2024, 10:35 WIB
Baca Juga
Liputan 12 Des 2022, 20:30 WIB
Internasional 24 Nov 2022, 21:07 WIB
Internasional 03 Nov 2022, 22:02 WIB
Events 02 Nov 2022, 15:55 WIB
Events 14 Mei 2022, 15:48 WIB
Berita Lainnya
Events 05 Okt 2021, 8:21 WIB
Teknomiliter 16 Mei 2022, 19:51 WIB
Historia 15 Mei 2022, 19:38 WIB
Sishankamrata 10 Apr 2022, 19:29 WIB
Nasional 23 Nov 2021, 19:09 WIB





