
Kodam VI Mulawarman
Pembentukan Kodam Mulawarman berkaitan dengan penataan organisasi militer di Kalimantan pada dekade 1950-an. Sebelumnya, wilayah Kalimantan berada dalam struktur Tentara dan Teritorium VI/Tanjungpura yang dibentuk pada 20 Juli 1950 dengan markas di Banjarmasin. Organisasi ini menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Darat membangun komando teritorial di Kalimantan.
Pada akhir 1950-an, struktur komando militer di pulau tersebut mengalami perubahan. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor KPTS-265/4/1958 tanggal 29 Maret 1958, Resimen Infanteri 22 Teritorium VI/Tanjungpura diubah menjadi Komando Daerah Militer Kalimantan Timur. Markas komando ditempatkan di Balikpapan.
Kodam Kalimantan Timur kemudian menggunakan nama Kodam IX/Mulawarman. Menurut catatan sejarah yang dihimpun dalam dokumentasi sejarah satuan, peresmian Kodam IX/Mulawarman dilaksanakan oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Brigadir Jenderal TNI Gatot Subroto pada Juli 1958. Nama Mulawarman merujuk pada Raja Mulawarman dari Kerajaan Kutai, salah satu kerajaan tertua yang dikenal dalam sejarah Indonesia.
Tanggal 18 Juli 1958 ditetapkan sebagai hari jadi Kodam VI/Mulawarman dan diperingati setiap tahun. Penetapan tersebut didasarkan pada kajian sejarah satuan dan keputusan internal TNI Angkatan Darat. Walaupun sejumlah catatan sejarah menyebut upacara peresmian Kodam IX/Mulawarman berlangsung pada 19 Juli 1958, tanggal peringatan resmi yang digunakan Kodam saat ini adalah 18 Juli. Perbedaan ini perlu diperhatikan ketika membahas tanggal pembentukan dan pelaksanaan upacara peresmian.
Pada periode yang sama, organisasi militer di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah juga mengalami perkembangan. Kodam X/Kalimantan Selatan dibentuk dengan markas di Banjarmasin, kemudian menggunakan nama Kodam X/Lambung Mangkurat. Dengan demikian, pada masa itu terdapat beberapa komando daerah militer di Kalimantan, termasuk Kodam IX/Mulawarman di Kalimantan Timur dan Kodam X/Lambung Mangkurat di Kalimantan Selatan.
Perkembangan tersebut merupakan bagian dari penataan organisasi pertahanan berdasarkan kondisi geografis dan kebutuhan komando di Kalimantan. Wilayah yang luas serta keterpisahan antardaerah menjadi bagian dari konteks pembentukan satuan militer dengan wilayah tanggung jawab masing-masing.
Perubahan besar terjadi pada 1985. Berdasarkan kebijakan reorganisasi TNI Angkatan Darat, tiga komando, yakni Kodam IX/Mulawarman, Kodam X/Lambung Mangkurat, dan Kodam XII/Tanjungpura, dilikuidasi untuk membentuk satu komando baru bernama Kodam VI/Tanjungpura. Upacara likuidasi dilaksanakan pada 1 Mei 1985 di Banjarmasin.
Kodam VI/Tanjungpura kemudian menjadi satu-satunya komando daerah militer yang mencakup wilayah Kalimantan pada masa itu. Markas komandonya ditempatkan di Balikpapan. Melalui penyatuan tersebut, nama Mulawarman tidak lagi digunakan sebagai nama Kodam tersendiri, meskipun sejumlah satuan dan tradisi yang berasal dari organisasi sebelumnya tetap tercatat dalam sejarah militer Kalimantan.
Kembalinya Nama Mulawarman dan Perkembangan Wilayah Komando
Setelah beberapa dasawarsa menggunakan nama Kodam VI/Tanjungpura, organisasi militer di Kalimantan kembali mengalami perubahan pada 2010. Berdasarkan Peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Perkasad/17/V/2010 tanggal 27 Mei 2010, Kodam VI/Tanjungpura ditata kembali menjadi dua komando daerah militer.
Pada 27 Juni 2010, dilaksanakan upacara likuidasi Kodam VI/Tanjungpura menjadi Kodam VI/Mulawarman dan Kodam XII/Tanjungpura. Kodam VI/Mulawarman mendapat wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, sedangkan Kodam XII/Tanjungpura membawahi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Kalimantan Utara saat itu masih merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan Timur dan baru menjadi provinsi tersendiri pada 2012.
Dengan perubahan tersebut, nama Mulawarman kembali digunakan sebagai identitas komando militer di Kalimantan bagian timur dan selatan. Pembentukan kembali Kodam VI/Mulawarman juga mengakhiri periode ketika seluruh wilayah Kalimantan berada di bawah satu komando bernama Kodam VI/Tanjungpura.
Perubahan organisasi kembali berlangsung pada 2025, ketika TNI Angkatan Darat meresmikan pembentukan sejumlah Kodam baru. Salah satunya adalah Kodam XXII/Tambun Bungai yang mencakup Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Pembentukan komando baru ini menyebabkan wilayah Kalimantan Selatan yang sebelumnya berada di bawah Kodam VI/Mulawarman beralih ke Kodam XXII/Tambun Bungai.
Setelah penataan tersebut, wilayah Kodam VI/Mulawarman mencakup Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Informasi ini ditegaskan dalam pemberitaan mengenai restrukturisasi komando TNI pada 2025 dan keterangan resmi Kodam VI/Mulawarman. Dengan demikian, cakupan wilayah Kodam yang berlaku saat ini berbeda dari wilayahnya ketika pertama kali dibentuk kembali pada 2010.
Markas Kodam VI/Mulawarman tetap berada di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam struktur organisasi TNI Angkatan Darat, Kodam ini membawahi satuan kewilayahan dan satuan pendukung yang melaksanakan fungsi pertahanan darat, pembinaan teritorial, serta tugas lain sesuai ketentuan organisasi.
Nama Mulawarman juga tetap dipertahankan sebagai identitas satuan. Selain merujuk pada tokoh sejarah Kerajaan Kutai, nama tersebut menjadi bagian dari tradisi organisasi militer yang berkembang di Kalimantan Timur sejak 1958. Sementara itu, semboyan Kodam VI/Mulawarman adalah “Gawi Manuntung Waja Sampai Kaputing”, yang digunakan sebagai semboyan satuan.
Perjalanan Kodam VI/Mulawarman menunjukkan bahwa organisasi militer dapat mengalami perubahan besar tanpa menghilangkan seluruh identitas historisnya. Dari pembentukan Kodam IX/Mulawarman pada 1958, penggabungan menjadi Kodam VI/Tanjungpura pada 1985, hingga pembentukan kembali Kodam VI/Mulawarman pada 2010, setiap tahap mengikuti kebijakan penataan organisasi TNI Angkatan Darat.
Perubahan wilayah pada 2025 kembali memperlihatkan dinamika tersebut. Pembentukan Kodam XXII/Tambun Bungai memisahkan Kalimantan Selatan dari wilayah Kodam VI/Mulawarman, sehingga tanggung jawab komando kini berfokus pada Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Dengan demikian, sejarah Kodam VI/Mulawarman tidak hanya mencakup pembentukan satuan pada masa awal, tetapi juga rangkaian reorganisasi yang mengubah struktur serta wilayah tanggung jawabnya. Tanggal 18 Juli tetap diperingati sebagai hari jadi, sementara nama Mulawarman menjadi penghubung historis antara organisasi yang dibentuk pada 1958 dan Kodam yang beroperasi saat ini.
Sorotan
Dari Invasi Hingga Pendudukan, Berakhirnya Dua Dekade Kehadiran Militer Amerika Serikat di Irak
05 Okt 2026, 4:30 WIB
Ulasan 28 Des 2025, 8:36 WIB
Teknomiliter 10 Des 2025, 15:53 WIB
Alutsista 07 Des 2025, 15:47 WIB
Ulasan 17 Nov 2025, 20:58 WIB
Ulasan 16 Nov 2025, 6:26 WIB
Pilihan Redaksi
Geostrategi 16 Nov 2025, 5:53 WIB
Internasional 27 Jan 2024, 14:13 WIB
Internasional 18 Jan 2024, 18:07 WIB
Ulasan 18 Jan 2024, 17:58 WIB
Internasional 09 Jan 2024, 10:35 WIB
Baca Juga
Liputan 12 Des 2022, 20:30 WIB
Internasional 24 Nov 2022, 21:07 WIB
Internasional 03 Nov 2022, 22:02 WIB
Events 02 Nov 2022, 15:55 WIB
Events 14 Mei 2022, 15:48 WIB
Berita Lainnya
Events 05 Okt 2021, 8:21 WIB
Teknomiliter 16 Mei 2022, 19:51 WIB
Historia 15 Mei 2022, 19:38 WIB
Sishankamrata 10 Apr 2022, 19:29 WIB
Nasional 23 Nov 2021, 19:09 WIB





