kodam Pattimura

Kodam XV Pattimura

Komando Daerah Militer XV/Pattimura merupakan komando kewilayahan TNI Angkatan Darat yang bertanggung jawab atas wilayah Maluku dan Maluku Utara. Bermarkas di Ambon, satuan ini memiliki sejarah yang berkaitan dengan konsolidasi militer setelah kemerdekaan, pembentukan komando di kawasan Maluku dan Irian Barat pada 1957, serta perubahan organisasi TNI AD pada 1980-an. Setelah diaktifkan kembali pada 1999, Kodam Pattimura mengalami pembaruan nomenklatur dan penetapan hari jadi pada 2024.

Sejarah Kodam XV/Pattimura berakar pada penataan organisasi militer Indonesia setelah pengakuan kedaulatan. Pada masa awal kemerdekaan, wilayah Indonesia timur memiliki kondisi geografis yang kompleks karena terdiri atas banyak pulau dengan jarak antardaerah yang jauh. Pemerintah dan TNI membutuhkan struktur komando yang dapat mengoordinasikan satuan militer di kawasan tersebut sekaligus mendukung konsolidasi pemerintahan.

Pada 1950, kawasan Maluku berada dalam wilayah komando Tentara dan Teritorium VII/Indonesia Timur. Pada masa itu, pemerintah juga menghadapi persoalan keamanan, termasuk gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) yang diproklamasikan pada 25 April 1950. Operasi militer untuk memulihkan kendali pemerintah berlangsung di sejumlah pulau di Maluku, termasuk Ambon, Seram, Buru, dan wilayah Kepulauan Lease. Peristiwa tersebut merupakan bagian penting dari latar sejarah pembentukan organisasi militer di kawasan Maluku.

Dalam perkembangan organisasi TNI AD, pada 1957 dilakukan penataan kembali komando teritorial di Indonesia timur. Melalui keputusan Kepala Staf Angkatan Darat pada Mei 1957, Tentara dan Teritorium VII/Indonesia Timur dihapus dan wilayahnya dibagi ke dalam beberapa komando daerah militer. Untuk Maluku dan Irian Barat dibentuk Komando Daerah Militer Maluku dan Irian Barat, disingkat KDM-MIB. Penetapan 27 Mei 1957 kini menjadi tonggak awal sejarah Kodam Pattimura yang diakui oleh TNI AD.

Pembentukan KDM-MIB menjadi tahap penting dalam perkembangan komando militer di wilayah tersebut. Sebelumnya, satuan-satuan di Maluku berada dalam struktur yang lebih luas bersama kawasan Indonesia timur lainnya. Dengan pembentukan komando tersendiri, tanggung jawab kewilayahan untuk Maluku dan Irian Barat ditempatkan dalam organisasi yang lebih khusus.

Pada 5 April 1960, KDM-MIB berubah menjadi Kodam XV/Pattimura. Perubahan itu menandai penggunaan nama Pattimura sebagai identitas komando militer di kawasan Maluku dan Irian Barat. Nama Pattimura merujuk pada Thomas Matulessy, tokoh perlawanan rakyat Maluku terhadap kekuasaan kolonial Belanda pada 1817. Nama tersebut kemudian menjadi simbol sejarah dan identitas satuan. TNI AD menyebut bahwa Kodam Pattimura telah beroperasi sejak 1960, sebelum pembentukannya kembali pada 1999.

 

Dalam perjalanan berikutnya, wilayah dan struktur komando mengalami penyesuaian seiring perkembangan organisasi pertahanan nasional. Pada 1980-an, TNI melakukan reorganisasi besar terhadap komando kewilayahan. Kebijakan tersebut bertujuan menyederhanakan struktur organisasi dan menggabungkan sejumlah Kodam ke dalam komando yang lebih luas.

Sebagai bagian dari reorganisasi itu, Kodam XV/Pattimura dibubarkan pada 1985. Wilayahnya kemudian berada dalam struktur Kodam VIII/Trikora melalui pembentukan Korem 174/Pattimura. Dengan demikian, nama Pattimura tetap digunakan pada tingkat Komando Resor Militer meskipun Kodam Pattimura tidak lagi berdiri sebagai komando daerah militer tersendiri. Sejarah satuan mencatat bahwa penyerahan pataka dan pembubaran Kodam XV/Pattimura berlangsung pada 6 Mei 1985.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari penataan organisasi TNI AD secara nasional, bukan penghapusan seluruh satuan teritorial di Maluku. Satuan-satuan kewilayahan tetap menjalankan tugasnya dalam struktur komando yang baru. Selama periode tersebut, identitas Pattimura bertahan melalui Korem 174/Pattimura, yang menangani wilayah operasi bekas Kodam XV/Pattimura.

Pengaktifan Kembali pada 1999 dan Perubahan Nama pada 2024

Kodam Pattimura kembali berdiri pada 1999, ketika pemerintah dan TNI AD melakukan penataan ulang organisasi komando kewilayahan. Pembentukan kembali itu berlangsung di tengah perubahan besar dalam kehidupan politik Indonesia setelah berakhirnya pemerintahan Orde Baru. Dalam catatan sejarah yang sebelumnya digunakan TNI AD, Kodam XVI/Pattimura diresmikan pada 15 Mei 1999. Tanggal tersebut selama bertahun-tahun diperingati sebagai hari jadi satuan.

Pengaktifan kembali Kodam Pattimura memulihkan struktur komando daerah militer tersendiri untuk wilayah Maluku. Markasnya berada di Ambon, sedangkan satuan-satuan di bawahnya melaksanakan pembinaan teritorial dan tugas pertahanan sesuai tanggung jawab masing-masing. Dalam perkembangan organisasi, wilayah tanggung jawab Kodam mencakup Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara.

Pada 2023, pimpinan Kodam mengadakan sarasehan untuk membahas sejarah pembentukan satuan. Kegiatan itu melibatkan sesepuh Kodam, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat. Pembahasan tersebut berangkat dari temuan bahwa sejarah Kodam Pattimura lebih panjang daripada periode yang dimulai pada 1999, karena organisasi pendahulunya telah terbentuk pada 1957 dan menggunakan nama Kodam XV/Pattimura sejak 1960. Hasil pembahasan kemudian disampaikan kepada pimpinan TNI AD untuk diputuskan.

Perubahan resmi diumumkan pada 2024. Berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Kep/155/II/2024 tanggal 28 Februari 2024, nomenklatur Kodam XVI/Pattimura diubah menjadi Kodam XV/Pattimura. Hari jadinya juga ditetapkan kembali menjadi 27 Mei 1957, menggantikan tanggal 15 Mei 1999 yang sebelumnya diperingati. Kodam menyampaikan perubahan tersebut dalam peringatan hari jadinya pada 27 Mei 2024.

Penetapan itu membedakan dua peristiwa dalam sejarah satuan. Tanggal 27 Mei 1957 merujuk pada pembentukan komando pendahulu di wilayah Maluku dan Irian Barat, sedangkan 15 Mei 1999 merupakan tanggal pengaktifan kembali Kodam Pattimura setelah dibubarkan pada 1985. Perubahan nomenklatur pada 2024 merupakan keputusan untuk menyelaraskan nama dan hari jadi dengan sejarah organisasi yang lebih awal.

Dalam menjalankan tugasnya, Kodam XV/Pattimura membina kemampuan dan kekuatan satuan TNI AD di Maluku dan Maluku Utara. Karakter wilayah kepulauan membuat pelaksanaan tugas teritorial membutuhkan koordinasi antarpulau dan kerja sama dengan unsur pemerintahan setempat. Tugas pokoknya meliputi pelaksanaan fungsi pertahanan TNI AD, pembinaan kekuatan, serta pemberdayaan wilayah pertahanan darat sesuai kebijakan komando atas.

Kodam juga memiliki satuan-satuan yang melaksanakan tugas operasional, pendidikan, dan dukungan. Salah satunya adalah Batalyon Infanteri 733/Raider yang bermarkas di Waiheru, Ambon. Menurut profil satuan pada PPID TNI AD, batalyon tersebut berasal dari Batalyon Infanteri 15-3 yang diresmikan pada 3 Juli 1961, kemudian berubah menjadi Yonif 733 dan mengalami sejumlah perubahan organisasi hingga menjadi Yonif 733/Raider pada 2007. Riwayat ini menunjukkan bahwa perkembangan Kodam Pattimura juga tercermin dalam perubahan satuan-satuan di bawahnya.

Perjalanan Kodam XV/Pattimura mencerminkan dinamika organisasi pertahanan Indonesia di kawasan timur. Berawal dari pembentukan komando Maluku dan Irian Barat pada 1957, berubah menjadi Kodam XV/Pattimura pada 1960, dibubarkan pada 1985, dan diaktifkan kembali pada 1999, satuan ini terus mengalami penyesuaian struktur. Keputusan pada 2024 yang mengembalikan nomor XV serta menetapkan 27 Mei 1957 sebagai hari jadi menegaskan kembali hubungan organisasi sekarang dengan sejarah awalnya.


Sorotan


Implementasi Realisme Pragmatis Indonesia  di Kawasan Indo-Pasifik Era Presiden Prabowo Subianto

Implementasi Realisme Pragmatis Indonesia di Kawasan Indo-Pasifik Era Presiden Prabowo Subianto

Ulasan 28 Des 2025, 8:36 WIB

A2/AD dalam Sejarah dan Konflik Kontemporer: Studi Kasus Lapangan

A2/AD dalam Sejarah dan Konflik Kontemporer: Studi Kasus Lapangan

Teknomiliter 10 Des 2025, 15:53 WIB

Mengenal Strategi Anti-Access Area Denial (A2/AD), Tembok Pertahanan di Era Perang Modern

Mengenal Strategi Anti-Access Area Denial (A2/AD), Tembok Pertahanan di Era Perang Modern

Alutsista 07 Des 2025, 15:47 WIB

Hedging Diplomacy Indonesia Menjaga Keseimbangan Kawasan Indo-Pasifik

Hedging Diplomacy Indonesia Menjaga Keseimbangan Kawasan Indo-Pasifik

Ulasan 17 Nov 2025, 20:58 WIB

Akar Masalah Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Kawasan Indo-Pasifik

Akar Masalah Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Kawasan Indo-Pasifik

Ulasan 16 Nov 2025, 6:26 WIB

Portal Informasi Resmi Pemerintah Republik Indonesia

Pilihan Redaksi

Situasi Asimetris dan Potensi Konflik di Kawasan Indo-Pasifik

Situasi Asimetris dan Potensi Konflik di Kawasan Indo-Pasifik

Geostrategi 16 Nov 2025, 5:53 WIB

Patroli Bersama di Laut Cina Selatan, Amerika Serikat Perkuat Angkatan Laut Filipina

Patroli Bersama di Laut Cina Selatan, Amerika Serikat Perkuat Angkatan Laut Filipina

Internasional 27 Jan 2024, 14:13 WIB

Tindakan PKT meningkatkan ketegangan di Laut Cina Selatan

Tindakan PKT meningkatkan ketegangan di Laut Cina Selatan

Internasional 18 Jan 2024, 18:07 WIB

Tiongkok Hadapi Kekurangan Talenta Ketika Lulusan Terbaiknya Menghindari Dinas Militer

Tiongkok Hadapi Kekurangan Talenta Ketika Lulusan Terbaiknya Menghindari Dinas Militer

Ulasan 18 Jan 2024, 17:58 WIB

Misi Satuan Tugas Pesawat Pengebom Amerika Unjuk Kemampuan Jaga Perdamaian di Indopasifik

Misi Satuan Tugas Pesawat Pengebom Amerika Unjuk Kemampuan Jaga Perdamaian di Indopasifik

Internasional 09 Jan 2024, 10:35 WIB

Baca Juga

Selain Deddy Corbuzier, Berikut Daftar Penerima Pangkat Tituler di Indonesia

Selain Deddy Corbuzier, Berikut Daftar Penerima Pangkat Tituler di Indonesia

Liputan 12 Des 2022, 20:30 WIB

Menhan Prabowo Ingin Indonesia-Korsel Lebih Banyak Kerja Sama Industri Pertahanan

Menhan Prabowo Ingin Indonesia-Korsel Lebih Banyak Kerja Sama Industri Pertahanan

Internasional 24 Nov 2022, 21:07 WIB

RepubliKorp Tandatangani Kerjasama Industri Pertahanan dengan Produsen Senjata Republik Ceko

RepubliKorp Tandatangani Kerjasama Industri Pertahanan dengan Produsen Senjata Republik Ceko

Internasional 03 Nov 2022, 22:02 WIB

Jaga Bersama Demi Negara, Republikorp Hadirkan Inovasi Dalam Pameran Indo Defence 2022

Jaga Bersama Demi Negara, Republikorp Hadirkan Inovasi Dalam Pameran Indo Defence 2022

Events 02 Nov 2022, 15:55 WIB

Rajawali Laut Flight Jadi Pembuka Ajang Navy Jazz Traffic Festival 2022

Rajawali Laut Flight Jadi Pembuka Ajang Navy Jazz Traffic Festival 2022

Events 14 Mei 2022, 15:48 WIB

Berita Lainnya

Tinjau Pameran Alutsista TNI, Presiden: Bentuk Transparansi kepada Publik

Tinjau Pameran Alutsista TNI, Presiden: Bentuk Transparansi kepada Publik

Events 05 Okt 2021, 8:21 WIB

Mengintip Masa Depan Teknologi Militer Amerika Serikat

Mengintip Masa Depan Teknologi Militer Amerika Serikat

Teknomiliter 16 Mei 2022, 19:51 WIB

Mundurnya Militer Uni Soviet dari Afganistan Usai 8 Tahun Berperang

Mundurnya Militer Uni Soviet dari Afganistan Usai 8 Tahun Berperang

Historia 15 Mei 2022, 19:38 WIB

Komponen Penting Dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

Komponen Penting Dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

Sishankamrata 10 Apr 2022, 19:29 WIB

Terkuat di Asia Tenggara, Ini Deretan Alutsista Tentara Nasional Indonesia

Terkuat di Asia Tenggara, Ini Deretan Alutsista Tentara Nasional Indonesia

Nasional 23 Nov 2021, 19:09 WIB