kodam Tuanku Tambusai

Kodam XIX Tuanku Tambusai

Komando Daerah Militer XIX/Tuanku Tambusai merupakan salah satu komando kewilayahan baru Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang dibentuk pada 2025. Kodam ini membawahi wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.

Pembentukannya menjadi bagian dari penataan organisasi TNI AD untuk memperkuat pengendalian wilayah sekaligus menyesuaikan struktur komando dengan kebutuhan pertahanan di daerah.

Nama Tuanku Tambusai dipilih untuk mengabadikan tokoh perlawanan terhadap kolonial Belanda yang memiliki hubungan sejarah kuat dengan Riau dan kawasan pedalaman Sumatra. Dengan demikian, sejarah Kodam XIX/Tuanku Tambusai tidak hanya berkaitan dengan pembentukan organisasi militer modern, tetapi juga dengan penghormatan terhadap tokoh perjuangan dari kawasan tersebut.

Pembentukan Kodam XIX/Tuanku Tambusai

Sebelum pembentukan Kodam XIX/Tuanku Tambusai, wilayah Riau dan Kepulauan Riau berada di bawah komando Kodam I/Bukit Barisan. Seiring penataan organisasi TNI AD, pemerintah dan pimpinan TNI AD mengambil kebijakan untuk membentuk sejumlah Kodam baru. Kebijakan tersebut dimaksudkan agar komando kewilayahan dapat menjalankan tugas dengan cakupan wilayah yang lebih terfokus.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai termasuk dalam enam Kodam baru yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian kegiatan di Batujajar, Jawa Barat, pada 10 Agustus 2025. Keenam Kodam baru tersebut dibentuk sebagai bagian dari perubahan struktur organisasi TNI, termasuk penguatan sistem komando teritorial.

Tahap berikutnya adalah pengalihan komando dan pengendalian atau Kodal atas Kodam baru beserta satuan jajarannya. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin kegiatan pengalihan Kodal di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, pada 29 Agustus 2025. Dalam kegiatan tersebut, Kodam XIX/Tuanku Tambusai secara resmi masuk dalam susunan komando kewilayahan baru TNI AD.

Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dipercaya menjadi Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai yang pertama. Penetapan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan Kodam baru yang bertanggung jawab atas wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Keberadaan Pangdam dan markas komando tersendiri diharapkan membuat koordinasi teritorial di kedua provinsi dapat dilaksanakan dengan lebih terarah.

Dalam pernyataan yang diberitakan Media Center Riau pada September 2025, Agus Hadi Waluyo menjelaskan bahwa wilayah Riau dan Kepulauan Riau sebelumnya berada dalam kendali Kodam I/Bukit Barisan. Pembentukan Kodam XIX/Tuanku Tambusai merupakan bagian dari pemecahan cakupan wilayah tersebut agar penanganan tugas dapat lebih fokus.

Wilayah tanggung jawab Kodam ini mencakup dua provinsi dengan karakter geografis yang beragam. Riau memiliki kawasan daratan yang luas, termasuk wilayah perkebunan, hutan, dan pusat-pusat kegiatan ekonomi. Sementara itu, Kepulauan Riau terdiri atas gugusan pulau dan kawasan perairan yang memiliki posisi penting dalam aktivitas pelayaran serta hubungan ekonomi lintas wilayah.

Karakter tersebut membuat koordinasi antara satuan TNI AD, pemerintah daerah, dan unsur keamanan lain menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kewilayahan. Namun, pembentukan Kodam baru tidak berarti bahwa seluruh persoalan keamanan atau pembangunan di wilayah tersebut menjadi tanggung jawab TNI AD semata. Pelaksanaannya tetap berada dalam kerangka tugas dan kewenangan masing-masing lembaga.

Penataan organisasi ini juga perlu dibedakan dari sejarah satuan-satuan yang sebelumnya telah bertugas di Riau dan Kepulauan Riau. Satuan teritorial seperti Korem 031/Wira Bima telah lebih dahulu menjalankan tugas di Riau sebelum terbentuknya Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Karena itu, tahun 2025 merupakan tonggak pembentukan Kodam dengan struktur komando tersendiri, bukan awal kehadiran TNI AD di wilayah tersebut.

Tuanku Tambusai, Tokoh Perlawanan yang Menjadi Nama Kodam

Nama Kodam XIX diambil dari Tuanku Tambusai, seorang tokoh perlawanan terhadap kolonial Belanda yang dikenal dalam sejarah Perang Padri. Ia merupakan salah satu pemimpin perjuangan di kawasan pedalaman Sumatra pada abad ke-19, terutama di sekitar hulu Sungai Rokan dan wilayah yang kini termasuk Provinsi Riau.

Menurut Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI), perjuangan Tuanku Tambusai berkaitan erat dengan perlawanan masyarakat pedalaman Sumatra Tengah terhadap kekuasaan Belanda. Dalam perjuangannya, ia bekerja sama dengan tokoh-tokoh lain, termasuk Tuanku Imam Bonjol dan Tuanku Rao. Wilayah perjuangannya menjangkau kawasan yang sekarang masuk ke dalam Provinsi Riau, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Tuanku Tambusai dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam fase akhir Perang Padri. Pusat pertahanannya berada di Dalu-Dalu, yang menjadi salah satu basis utama perlawanan terhadap pasukan Belanda. Benteng Dalu-Dalu bertahan hingga akhir 1838, ketika pasukan Belanda akhirnya berhasil merebutnya pada 28 Desember tahun tersebut. Tuanku Tambusai kemudian berhasil meloloskan diri dan mengungsi ke Semenanjung Malaya.

Kisah perjuangannya memperlihatkan bahwa perlawanan terhadap kolonialisme di Sumatra tidak hanya berlangsung di satu wilayah atau dipimpin oleh satu tokoh. Perjuangan tersebut melibatkan jaringan pemimpin, masyarakat, serta basis pertahanan yang saling berhubungan di sejumlah kawasan. Dalam catatan IKPNI, Tuanku Tambusai juga berperan dalam menghambat perluasan pengaruh Belanda ke pedalaman Riau.

Pemerintah Indonesia menetapkan Tuanku Tambusai sebagai Pahlawan Nasional pada 1995. Pengakuan tersebut tercatat dalam Keputusan Presiden Nomor 071/TK/Tahun 1995 tanggal 7 Agustus 1995, sebagaimana dicantumkan dalam profilnya oleh IKPNI. Ia dikenang karena keteguhan melawan kolonialisme dan perannya dalam sejarah perjuangan masyarakat di kawasan Sumatra.

Pemilihan nama Tuanku Tambusai untuk Kodam XIX berawal dari usulan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Media Center Riau melaporkan bahwa usulan nama disampaikan kepada Korem 031/Wira Bima dalam pertemuan pada 15 Desember 2024. Sejumlah nama tokoh dan unsur sejarah Melayu sempat dipertimbangkan sebelum nama Tuanku Tambusai dipilih sebagai identitas Kodam yang baru.

Penggunaan nama tersebut memberikan identitas historis dan kultural bagi komando kewilayahan yang mencakup Riau dan Kepulauan Riau. Nama itu menghubungkan organisasi militer modern dengan seorang tokoh yang jejak perjuangannya berada di kawasan Sumatra bagian tengah dan utara. Meski demikian, sejarah tokoh Tuanku Tambusai dan sejarah kelembagaan Kodam XIX/Tuanku Tambusai merupakan dua hal berbeda: tokohnya berasal dari abad ke-19, sedangkan Kodam dengan nama tersebut baru dibentuk pada 2025.

Dengan terbentuknya Kodam XIX/Tuanku Tambusai, struktur komando TNI AD di Riau dan Kepulauan Riau memasuki babak baru. Pembentukan ini merupakan bagian dari penataan organisasi pertahanan, sementara penggunaan nama Tuanku Tambusai menjadi bentuk penghormatan terhadap tokoh perjuangan yang memiliki tempat penting dalam sejarah kawasan tersebut.


Sorotan


Implementasi Realisme Pragmatis Indonesia  di Kawasan Indo-Pasifik Era Presiden Prabowo Subianto

Implementasi Realisme Pragmatis Indonesia di Kawasan Indo-Pasifik Era Presiden Prabowo Subianto

Ulasan 28 Des 2025, 8:36 WIB

A2/AD dalam Sejarah dan Konflik Kontemporer: Studi Kasus Lapangan

A2/AD dalam Sejarah dan Konflik Kontemporer: Studi Kasus Lapangan

Teknomiliter 10 Des 2025, 15:53 WIB

Mengenal Strategi Anti-Access Area Denial (A2/AD), Tembok Pertahanan di Era Perang Modern

Mengenal Strategi Anti-Access Area Denial (A2/AD), Tembok Pertahanan di Era Perang Modern

Alutsista 07 Des 2025, 15:47 WIB

Hedging Diplomacy Indonesia Menjaga Keseimbangan Kawasan Indo-Pasifik

Hedging Diplomacy Indonesia Menjaga Keseimbangan Kawasan Indo-Pasifik

Ulasan 17 Nov 2025, 20:58 WIB

Akar Masalah Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Kawasan Indo-Pasifik

Akar Masalah Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Kawasan Indo-Pasifik

Ulasan 16 Nov 2025, 6:26 WIB

Portal Informasi Resmi Pemerintah Republik Indonesia

Pilihan Redaksi

Situasi Asimetris dan Potensi Konflik di Kawasan Indo-Pasifik

Situasi Asimetris dan Potensi Konflik di Kawasan Indo-Pasifik

Geostrategi 16 Nov 2025, 5:53 WIB

Patroli Bersama di Laut Cina Selatan, Amerika Serikat Perkuat Angkatan Laut Filipina

Patroli Bersama di Laut Cina Selatan, Amerika Serikat Perkuat Angkatan Laut Filipina

Internasional 27 Jan 2024, 14:13 WIB

Tindakan PKT meningkatkan ketegangan di Laut Cina Selatan

Tindakan PKT meningkatkan ketegangan di Laut Cina Selatan

Internasional 18 Jan 2024, 18:07 WIB

Tiongkok Hadapi Kekurangan Talenta Ketika Lulusan Terbaiknya Menghindari Dinas Militer

Tiongkok Hadapi Kekurangan Talenta Ketika Lulusan Terbaiknya Menghindari Dinas Militer

Ulasan 18 Jan 2024, 17:58 WIB

Misi Satuan Tugas Pesawat Pengebom Amerika Unjuk Kemampuan Jaga Perdamaian di Indopasifik

Misi Satuan Tugas Pesawat Pengebom Amerika Unjuk Kemampuan Jaga Perdamaian di Indopasifik

Internasional 09 Jan 2024, 10:35 WIB

Baca Juga

Selain Deddy Corbuzier, Berikut Daftar Penerima Pangkat Tituler di Indonesia

Selain Deddy Corbuzier, Berikut Daftar Penerima Pangkat Tituler di Indonesia

Liputan 12 Des 2022, 20:30 WIB

Menhan Prabowo Ingin Indonesia-Korsel Lebih Banyak Kerja Sama Industri Pertahanan

Menhan Prabowo Ingin Indonesia-Korsel Lebih Banyak Kerja Sama Industri Pertahanan

Internasional 24 Nov 2022, 21:07 WIB

RepubliKorp Tandatangani Kerjasama Industri Pertahanan dengan Produsen Senjata Republik Ceko

RepubliKorp Tandatangani Kerjasama Industri Pertahanan dengan Produsen Senjata Republik Ceko

Internasional 03 Nov 2022, 22:02 WIB

Jaga Bersama Demi Negara, Republikorp Hadirkan Inovasi Dalam Pameran Indo Defence 2022

Jaga Bersama Demi Negara, Republikorp Hadirkan Inovasi Dalam Pameran Indo Defence 2022

Events 02 Nov 2022, 15:55 WIB

Rajawali Laut Flight Jadi Pembuka Ajang Navy Jazz Traffic Festival 2022

Rajawali Laut Flight Jadi Pembuka Ajang Navy Jazz Traffic Festival 2022

Events 14 Mei 2022, 15:48 WIB

Berita Lainnya

Tinjau Pameran Alutsista TNI, Presiden: Bentuk Transparansi kepada Publik

Tinjau Pameran Alutsista TNI, Presiden: Bentuk Transparansi kepada Publik

Events 05 Okt 2021, 8:21 WIB

Mengintip Masa Depan Teknologi Militer Amerika Serikat

Mengintip Masa Depan Teknologi Militer Amerika Serikat

Teknomiliter 16 Mei 2022, 19:51 WIB

Mundurnya Militer Uni Soviet dari Afganistan Usai 8 Tahun Berperang

Mundurnya Militer Uni Soviet dari Afganistan Usai 8 Tahun Berperang

Historia 15 Mei 2022, 19:38 WIB

Komponen Penting Dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

Komponen Penting Dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

Sishankamrata 10 Apr 2022, 19:29 WIB

Terkuat di Asia Tenggara, Ini Deretan Alutsista Tentara Nasional Indonesia

Terkuat di Asia Tenggara, Ini Deretan Alutsista Tentara Nasional Indonesia

Nasional 23 Nov 2021, 19:09 WIB